by

Terkait Pengendalian Penyebaran Covid-19 di DKI, Budiyanto ; Perlu Pembatasan Pergerakan Orang Dalam Sarana Transportasi

Jakarta, deteksionline.com- Pengamat Transportasi Budiyanto menyoroti perkembangan penyebaran Covid-19 di Jakarta yang tidak terkendali karena terjadinya peningkatan jumlah kasus yang cukup signifikan, mendorong Pemprov DKI berencana menarik Rem darurat dan akan memberlakukan PSBB seperti semula sebelum berlakunya PSBB transisi pertanggal 14 September 2020.

Aturan PSBB ketat ini tentunya akan diberlakukan pada banyak aspek kehidupan manusia, termasuk yang berkaitan dengan masalah transportasi. Perlu ada pembatasan pergerakan orang yang menggunakan sarana transportasi baik pribadi maupun modal transportasi umum.

Protokol kesehatan yang merupakan persyaratan mutlak untuk.memutus penyebaran Covid – 19 harus diberlakukan ketat, diimbangi dengan metode pengawasan yang efektif dan sanksi tegas bagi pelanggar termasuk pada Operasionalisasi sarana transportasi.

Menurut Budiyanto, selama ini kita masih sering melihat dan dihadapkan pada rendahnya disiplin masyarakat dalam merespon protokol kesehatan.

“Sarana Transpostasi yang selama ini digunakan sebagai sarana mobilitas pergerakan orang perlu ada pembatasan
baik secara kuantitas maupun jumlah penumpang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat”, terangnya, Kamis ( 10/9/2020) di Jakarta.

Ia melanjutkan, untuk kendaraan mobil pribadi maupun modal transportasi umum protokol kesehatan masih dilaksanakan dgn baik dgn catatan ada pengawasan scr sinergi dan kesadaran dari masyarakat penggunanya.

“Bagaimana dengan Sepeda motor terutama yang digunakan untuk mengangkut penumpang umum, sulit untuk menjaga jarak, Pemerintah harus konsisten untuk sepeda motor yg selama ini bisa mengangkut orang, harus dikembalikan pada peraturan saat PSBB awal, hanya diperbolehkan mengantar barang”, ungkap Budiyanto.

Kemudian untuk kendaraan Sepeda motor pribadi, ia menjelaskan, seyogyanya juga dilarang untuk membawa penumpang.
Mobil pribadi dan modal transportasi angkutan umum dikembalikan pada aturan PSBB awal hanya boleh membawa penumpang 50 % dari kapasitas normal sehingga physical distancing bisa dilaksanakan ,dgn tetap penerapan protkol kesehatan lainnya dgn ketat Jaga kebersihan & pakai masker.

“Pembatasan modal transportasi diharapkan akan sejalan dengan pemberlakukan kerja dan belajar dirumah, kecuali yang untuk mendukung sektor – sektor yang boleh beroperasi selama PSBB diberlakukan”, lanjut Budiyanto.

“Dengan pemberlakuan protokol kesehatan ketat pada sarana transportasi dengan disertai Pengawasan yang sinergi dan pemberian sanksi yang tegas bagi para pelanggar pada sector transportasi akan memberikan sumbangsih dalam rangka memutus penularan covid – 19 secara umum khususnya di Jakarta
yang akhir – akhir ini menunjukan peingkatan jumlah kasus yang cukup signifikan”, tambah Budiyanto.

Kemudian Budiyanto berharap, peran serta seluruh masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung suksesnya program PSBB untuk memutus penularan Virus Corona.

“Karena elemen transportasi tidak dimonopoli seseorang tapi didalannya banyak orang yg terlibat baik langsung maupun tidak langsung ( Penumpang, awak kendaraaan, pemilik dan lingkungan yang bersentuhan )”, tutupnya.

Penulis ; Ulis
Editor ; Herman

 86 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed