Proyek 8 Miliar Tidak Ada Direksi Keet, Aneh ?

  • Share

Pangkalpinang, deteksionline.com- Direksi Keet adalah bangunan sementara dan sederhana dengan ukuran luas (biasanya) 4m x 6m yang terbuat dari Kaso berdinding Triplek dan beratap Seng yang berada dalam sebuah proyek pekerjaan konstruksi yang digunakan sebagai tempat koordinasi dan diskusi antara konsultan pengawas, kontraktor pelaksana dan pemilik (pemberi pekerjaan atau owner) dan berfungsi juga sebagai tempat: pengawasan, pengendalian administrasi proyek, memasang gambar bestek, skedul, kurva , menyimpan material (gudang), transaksi material, Pembayaran mandor, dan  tukang, juga sebagaiTempat ngopi dan kongkow dewan direksi dan lain-lainnya

Pembangunan Direksi keet termasuk pada pekerjaan persiapan, maka Direksi keet dikerjakannya sebelum pekerjaan inti dilaksanakan, dengan ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Namun demikian banyak juga kontraktor yang menjadikan bangunan Direksi keet ini sebagai ajang promosi perusahaan, dengan cara membangun Direksi keet yang dapat di bongkar pasang sehingga material yang digunakan lebih kuat dan lebih bagus, dengan luasan yang lebih dari cukup, dan tiap kali perusahaan mendapatkan proyek, Direksi keet dapat dipasangnya kembali. Bahkan ada perusahaan kontraktor yang menggunakan kontainer sebagai Direksi Keet.

Melihat begitu pentingnya Direksi Keet, sangat aneh dan sangat tidak masuk akal sekali, proyek Talud dengan nilai pagu dana Rp 8.104.543.000, 00,- yang dikerjakan oleh Kementerian PU PR Direktorat Jendral Sumber Air Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII SNVT Provinsi Bangka Belitung, PPK Sungai dan Pantai Bangka Belitung, dengan Pelaksana PT Wahyu Matra Kontraktor, Sumber Dana APBN Tahun Anggaran 2020 ini tidak ada Direksi Keet nya.

Hal itu terpantau Deteksi Online, Jum’ at ( 28/8) dilapangan Pantai Desa Sebagin Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan.

Selain tidak ada Direksi Keet, Deteksi Online mendapat laporan dari masyarakat setempat yang tidak mau menyebutkan namanya, Pelaksana diduga menggunakan material Pasir di lokasi Pantai Sebagin itu sendiri.

” Kami lihat untuk material Pasir, diduga Pelaksana banyak menggunakan Pasir Pantai inilah, mereka ngambil Pasir Tebing ini, ada juga mereka beli namun sedikit sekali”, ujarnya kepada Deteksi Online, Jum’at (28/8) di Pantai Sebagin.

Selain itu masih menurut warga masyarakat, kedalaman pondasinya diragukan sekali, rata-rata sekitar 40 cm, padahal mengingat kencangnya Ombak yang menerpa Pantai, semestinya minimal 1,5 meter untuk Pondasi dan terlebih dahulu ditanami Cerucuk.

” Kalau kami lihat Pondasi Talud kedalamannya sangat minim sekali, padahal ombak disini sangat kencang dan juga kami lihat Cerucuknya juga minim sekali”, imbuhnya.

Kemudian kami mendapati pekerja tidak menerapkan protokoler Kesehatan yang sudah ditetapkan Pemerintah, seperti penggunaan masker dan lainnya.

” Pekerja juga tidak menerapkan protokoker Kesehatan yang ditetapkan Pemerintah. Padahal langkah pencegahan COVID-19 telah dilaksanakan Kementerian PUPR salah satunya dengan mengeluarkannya Instruksi Menteri (Inmen) No 02 / IN / M / 2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Penyakit Virus Corona 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi yang ditandatangani pada 27 Maret 2020.
Instruksi tersebut sebagai bagian dari tindaklanjut arahan. Presiden Joko Widodo pada 15 Maret 2020″, ungkapnya.

Sementara itu pihak PPK Satker SNVT PJSA Babel Akson ST mengaku informasi yang diterima Deteksi Online itu tidak benar, Akson ST berjanji akan memberikan informasi yang lengkap, namun Akson tidak menjelaskan siapa yang akan memberikan informasi.

“Informasinya banyak yang kurang pas pak, nanti ada yang klarifikasi”, jawab Akson ST, Sabtu (29/8).

Selain itu juga menurut info yang didapat, proyek Talud Pantai Sebagin ( Lanjutan) ini tidak didampingi oleh Pihak Intel Kejati Bangka Belitung, namun untuk kejelasan didampingi atau tidaknya masih menunggu klarifikasi dari Asintel Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Johny W Pardede SH MH.

Sementara konfirmasi dari pihak Pelaksana PT Wahyu Matra Kontraktor sampai berita ini tayang belum berhasil, mengingat perusahan itu berdomisili di Palembang dan orang lapangan tidak bersedia dikonfirmasi.

Penulis : Wan
Editor : Herman

 5,151 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *