Vonis 4,5 Tahun Penjara, Azeman : Saya menerima Yang Mulia

  • Share

 

Koba, deteksionline.com- Azeman (44) terdakwa perusakan kawasan Hutan Lindung Desa Beriga Kecamatan Lubukbesar Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) ahirnya divonis 4,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Koba da;lam persidangan yang digelar pada, Senin (25/8).

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Yuliana SH MH, Hakim Anggota Subronto SH MH Hakim Anggota Magdalena Simanungkalit SH dengan nomor perkara 81/Pid.B/LH/2020/PN Kba, Azeman terbukti bersalah karena melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin.

“Menyatakan Terdakwa Azeman bin H. Maharan, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pidana melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin menteri sebagaimana dalam dakwaan kesatu kedua dan dengan sengaja mengakibatkan dilampauinya kriteria baku kerusakan lingkungan hidup sebagaimana dalam dakwaan kedua pertama,” kata hakim Ketua Yuliana.

Setelah putusan dibacakan, Yuliana menanyakan kepada terdakwa Azeman terkait vonis yang dijatuhkan kepadanya.
“Bagaimana terdakwa Azeman apakah menerima, pikir-pikir atau banding terhadap keputusan yang dibacakan tadi?,” ucap Hakim Ketua Yuliana.
“Saya menerima yang mulia,” jawab Azeman singkat.

Meski begitu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjawab pikir-pikir terhadap putusan yang dibacakan dalam persidangan tersebut.

Seperti diketahui penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditjen Gakkum KLHK pada18 Maret 2020 lalu telah menangkap dan menahan Azeman  warga Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Azeman diduga merusak kawasan Hutan Lindung Lubuk Besar Desa Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah, dengan menebang pohon dan memangkas tanah menggunakan alat berat terancam hukuman pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda maksimum Rp 100 miliar.

“Kegiatan merusak itu sudah berlangsung sejak September 2019 dimana Azeman membuka kawasan hutan, menebang pohon dan memangkas tanah perbukitan dengan alat berat dan berdasarkan olah lokasi kejadian 9 Maret 2020 lalu lahan yang sudah rusak seluas 3,12 hektar dengan kedalaman 5-7 meter,” kata Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK  Yazid Nurhuda di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Kasi Pidum Kejari Bateng Budhi, Kejari sudah melakukan perpanjangan masa tahanan terhadap tersangka Azeman dan sudah dilimpahkan ke pengadilan.

“Kita melakukan perpanjangan masa tahanan dulu dari tanggal 24 Juni sampai 23 Juli mendatang dan pada Jumat, (26/06/2020) kasusnya sudah dilimpahkan ke pengadilan,” katanya, Sabtu (27/6)..(suara.com).

Sementara itu Ketua LSM AMAK Babel Hadi Susilo meminta pihak Penyidik jangan hanya berhenti kepada Azeman saja karena Azeman bukanlah Pelaku sesunggahnya, namun masih ada Big Bos lagi dibelakangnya.

” Kami menduga ada keterlibatan Pengusaha inisial A, dimana selama ini Pengusaha A inilah yang semestinya juga ikut terseret dalam kasus pengrusakan kawasan Hutan Lindung ini”, terang Hadi Susilo, Rabu (26/8).

Namun pihak Pengusaha A membantah ada keterlibatannya di Tambak Udang Desa Beriga yang terkait dengan terpidana Azeman. Menurut Heri selaku orang dekat Pengusaha A, Pengusaha A tidak ada kaitannya dengan Tambak Udang di Desa Beriga, Lubuk Besar, Koba.

” Kita tidak ada kaitannya pak, banyak orang menduga itu punya pak A, namun bukan pak, bukan punya pak A”, jelas Heri saat dikonfirmasi melalui Tlp, Rabu ( 26/8).

Penulis : wan
Editor : Herman

 651 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *