by

Bangunan Liar di Tanah PT JIEF Ditertibkan

JAKARTA, Deteksionline.com: Bangunan liar yang berdiri di RW 09 Gading Lestari, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (10/8/2020) diratakan dengan tanah.

Pembomkaran bangunan tersebut disaksikan oleh pihak kelurahan diwakili Aries Id Purnomo SH, Kasat POL.PP Sukapura H. Oesman dan masyarakat setempat.

Aries Id Purnomo SH yang mewakili Lurah Sukapura mengatakan kepada detekdionline dan amunisinews saat berlangsung penggusuran dan penertiban bangunan liar di RW 09 Gading lestari,bahwa hal ini dilakukan nya adalah pertama ini tanah lahan yang ditempati bangunan tersebut milik PT.JIEF Persero tbk,yang sudah telantar dan tidak di pergunakan lagi.

Sampai saat ini PT.JIEF Persero tbk belum menyerahkan kepada warga masyarakat. Ditambah lagi, adanya pengaduan masyarakat masyarakt pada aparat pemerintah bahwa di tempat ini dan sepanjang jalan ini kumuh,tidak tertatah dan banyaknya anak anak muda menjadikan tempat ini sebagai tempat tongkrongan mabuk mabukan minuman dan sebagainya.

“Hal ini dianggap meresahkan warga RW 09 sehingga perlu dilakukan penertiban,” ujar wakil lurah.
Berdasarkan hal tersebut pihak kelurahan mengirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta untuk meminta izin melakukan penertiban.

“Sebelumnya kami undang warga yang menempati lahan tersebut dan kita musyawarakan dalam rapat, yang tidak memiliki surat surat sebagai pihak yang menempati lahan dan membangun permanen yang seharusnya tidak boleh, Ini bangunan permanen dan tidak punya izin,dan kalau menyewah sama siapa dan tidak ada kejelasan kayak negara dalam negara ya tidak boleh,sehingga dengan adanya pengaduan masyarakat yang saat sat ini harus ditindaklanjuti pengaduan masyarakat dan minta di tata dan dii rapikan,Katanya lagi.

Rencana kedepannya setelah ini rapi semua warga akan bikin taman di sepanjang jalan di Rw 09 ini,akan di jadikan ruang terbuka hijau jadi ini akan rapi tidak kelihatan kumuh lagi dan bersih,dan juga ada beberapa bangunan yang permanen ini kita bongkar sekitar 3 bangunan permanen yg tidak punya surat stau document dan suda di sepakati dengan yang menempati dan suda di rapatkan,

Aries Id Sutomo SH Juga mengatakah solusi dari warga yang terkena dampak pembongkaran tempat tinggalnya,”Karna Mereka membangun permanen tanpa izin dan tidak punya surat surat dan suda menempati berpuluh tahun sudah dapat keuntungan banyak selama mereka tinggal dan menempatinya kalau di hitung Nilai uang yaa..Silakan pergi dari tempat ini,tapi kita coba untuk pendekatan ke warga yang terdampak apakah ada ganti rugi,dan akan kita tindak lanjutin dan kita rapatkan lagi masalah pemindahan nya atau masalah ganti rugi bangunan,” katanya.

Ini dilakukan,katanya, telah ada protapnya dan telah berkoordinasi dengan Rt Rw, warga dan tokoh masyarakat ini ada semua.

“Saya mewakili Lurah Sukapura,dan yang punya bangunan telah menerima.Ini termasuk ke wilayah Kelurahan Sukapura dan dalam pembongkaran bangunan ini juga hadir akoman dan lapangan dari Satpol PP Sukapura H.Oesman,” pungkasnya.

Sementara H.Oesman selaku Kasastpol PP Kelurahan Sukapura mengenai hal pembongkaran bangunan ini, tidak mau banyak komentar.

“Saya hanya di perintah stasan dan untul lrbih jelasnya tanaya buk sekel juga ada di sini,” katanya.

Ketika didekati, Sekel buru buru minta maaf ada keperluan mendadak. “Silakan sama Bpk Ariies saja ya Pak,” ujarnya.

Salah seorang warga yang terkena dampak pembongkaran bangunan Herman mengatakan dengan sedih hati ke deteksionline dan amunidinews,”Saya orang tidak mampu masyarakat biasa yang tidak tau apa apa,Saya sedih sekali,saya tinggal di sini sudah bertahun tahun,”keluhnya.

“Memang suda ada surat pemberitahuan sebelumnya tapi saya harus bagaimana?Sementara saya kerja sebagai keamanan hanya punya gaji Rp 2700000 (dua juta tujuh ratus ribu rupiah) buat makan keluarga tidak cukup, saya juga akui tidak ada surat suratnya terus mau gimana lagi saya sudah coba memhon memihon sama pak lurah.
Saya berharap sama pemerintah ada solusinya untuk hal ini trus mau kamana saya kalau tidak ada solusi saya harus tinggal di mana?,” kata Herman. sYAFRIGON)

 105 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed