by

Rehab Kantor Desa Sindang Agung Diduga Tidak Sesuai RAB

Lampung Utara, deteksionline.com—Rehabilitasi Balai Kemasyarakatan Desa atau Kantor Desa Sindang Agung, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tahun 2020 menuai protes dari kalangan masyarakat desa setempat.

Hal itu ada dugaan pembangunan tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang ada, sehingga besar dugaan mark up dari proyek Rehabilitasi kantor Desa tersebut.

Berdasarkan info yang didapat, pekerjaan Swakelola pembangunan menelan anggaran sebesar Rp 237.501.239,- itu di borongkan oleh Oknum Desa ke Tukang sebesar 35 juta rupiah.

Sebabnya menurut Suparno Kepala Tukang, pekerjaan ini saya borong 35 juta rupiah, semuanya sampai terima kunci hanya atap Baja ringan saja yang bukan.

“Ya kata TPK (tim pelaksana kegiatan) nya  Alpian, biaya upahnya hanya segitu (35 jt) itu dari RAB (Rencana Anggaran Belanja),” ujarnya.

Namun saat ditanya soal apa saja yang di rehab (Suparno-red) penambahan tembok 1 meter,  Plafon Keramik dan Atap Baja Ringan dan penambahan besi tiang.

“Ya mas,  ada 16 tiang sambungan yang di kasih besi. Sebab udah ada besinya. Ya kalau di fikir saya rugi mas, nyuman kata TPK nya biaya upahnya segitu ya udah saya kerjain,” tuturnya dengan nada memelas.

Sementara TPK Alpian membantah bahwa kerjaan proyek itu di sub kan, TPK Alpian menjelaskan bahwa pekerjaan itu di bayar perhari sebesar 100.000,- (Seratus ribu rupiah).

“Kita upah 100.000,- pak, per harinya. Jadi kalau yang isu soal diborongkan 35 juta rupaih itu bohong. Dan saya sebagai TPK siap mempertangungjawabkannya apa yang saya ucapkan”, imbuhnya.

Menanggapi besarnya dana Rehab itu, beberapa masyarakat Desa Sindang Agung Kecamatan Tanjung Raja, Lampung Utara tersebut menuai keluhan dari berbagai masyarakat.

Seperti apa yang disampaikan okeh MN dan NR warga setempat bahwa pihaknya sangat menyayangkan atas tindakan yang dilakukan oleh pihak pejabat Desa Sindang Agung.

Pihaknya berharap kepada Dinas terkait untuk segera melakukan pengecekan kelapangan dan memprosesnya kalau ada dugaan Mark Up.

“Diharapkan Dinas terkait dapat segera turun ke lapangan untuk mengecek pengerjaan tersebut dan memprosesnya kalau ada dugaan Mark Up”, ujar MN

Sementar NR mendesak pihak Kejaksaan Lampung Utara turun kelapangan.

“Kami masyarakat mendesak pihak dinas dan Kejaksaan Lampung Utara agar segara turun dan mengecek langsung pengerjaan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu Sumeh Kepala Desa Sindang Agung menyampaikan, pihak Desa belum pernah mendengar adanya keluhan masyarakat terkait proyek Dana Desa itu dan terkait pekerjaan dilapangan itu diserahkan kepada TPK karena itu tanggung-jawab TPK.

” Saya tidak mendengar adanya keluhan warga dari Desa Sindang Agung dan juga terkait adanya dugaan mark up, akan saya tanyakan kepada PLD,PD dan PDTI serta terkait masalah kerjaan dilapangan itu tanggung-jawab TPK karena dia yang bertanggung-jawab”, jelasnya melalui pesan Whats App, Rabu (29/7)…(darsani)

 92 total views,  3 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed