Eddy Padeng : Dampak Eksekusi Lahan Kampung 200 Cipinang Melayu Jakarta Timur, Membuat Warga Trauma dan Sedih Serta Takut

  • Share

Jakarta, deteksionline.com – Eksekusi lahan pada Selasa (21/7) yang digunakan untuk proyek pembangunan Infrastuktur Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Jakarta – Bandung, walau eksekusi dikatakan berjalan lancar karena rumah warga sudah dikosongkan dengan alat berat namun menyisakan kesedihan, trauma dan perasaan takut bagi warga terdampak.

Bahkan tak ada yang bisa dilakukan warga atas proses dilaksanakan eksekusi yang telah diputuskan, oleh Pengadilan Jakarta Timur. Berdasarkan Penetapan Nomor : 10/2020 Eks Jo Nomor : 39/Pdt.P/Cons/2019/PN. Jkt – Tim. Kini ratusan warga warga terdampak Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung. Hanya bisa meratap pasrah menyaksikan detik – detik alat berat meratakan rumah mereka dengan tanah.

Prof. Dr. Iur. Servatius Sadipun, SH,. M.Hum. Kuasa Hukum atas nama penggugat / ahli waris Bob Golman, mengatakan, “bahwa proyek tersebut banyak kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan tanah milik warga keturunan Belanda Bob Golman, yang sekarang sebagai penggugat kepada pemerintah dalam perkara perdata dengan Nomor : 149/Pdt.G/2019/PN. Jkt – Tim”, Katanya saat ditemui Deteksi Online, Selasa (21/7).

Ia menambahkan, “hampir belasan tahun terbukti kalau tanah Halim itu secara Administratif terdaftar sejak tanggal, 27 November 1934 dengan Meet Brief No. 72 Eigendom Verponding No. 6329 atas nama N.V. Blomkring/Nji Mas Sti Aminah alias Nji Mas Entjeh / John Henry Van Blommestein / Nederlandsche Indie, yang terkenal sebagai tanah Kampoeng Doeratoes dengan total sekitar 850 – an Hektar”, Imbuhnya.

Prof. Dr. Iur Servatius Sadipun, SH,. M.Hum. pada sidang putusan tanggal, (22/7), dirinya menjelaskan. “Secara teoritis hakim dianggap tahu hukum perkara sudah berjalan 1,5 tahun dinyatakan.”Niet Onvantkelijk Verklaard.” (N.O) dan ini tidak masuk akal, bahwa hukum adalah perintah yang masuk akal. Kalau hukum tidak masuk akal adalah kezoliman dan penindasan terhadap rakyat kecil”, jelasnya.

Terpisah, Ketua Paguyuban Warga Galian Kampung 200, Eddy Padeng, mengatakan, “Ketika menyampaikan suara aspirasi terkait eksekusi pembongkaran rumah warga terdampak Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung. Tidak didengar oleh pihak kepolisian, terkait eksekusi rumah warga, dan sayapun akhirnya digelandang ke Polres Jakarta Timur, sementara kendaraan roda dua yang saya bawa raib dicuri orang, kata. Eddy.

Ia menambahkan, “terkait eksekusi lahan warga yang digunakan untuk kereta api cepat Jakarta – Bandung, memohon kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, memberikan rasa keadilan sebagai wujud menjadi bukti nyata sayang pada rakyatnya”, Imbuhnya. (Wahyu).

 988 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *