Terseret Kasus Bijih Timah Berkadar Rendah, Bos Timah AG Menjadi Tersangka Korupsi

  • Share

Pangkalpinang,deteksionline.com-Terseret kasus dugaan korupsi pembelian Bijih Timah berkadar rendah atau dengan kata lain Timah Terak, ahirnya Bos Timah AG asal Jebus ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.

Kebenaran status tersangkanya Bos Timah AG asal Jebus tersebut, setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akhirnya resmi mengumumkan penetapan 5 (lima) orang tersangka dalam dua kasus dugaan korupsi yakni kasus dugaan korupsi pembelian bijih timah kadar rendah (Terak) di PT Timah dan kasus dugaan Korupsi Bank BRI Pangkalpinang, Rabu (22/7).

Bos Timah asal Jebus AG tersebut masuk dalam 5 orang tersangka yang diumumkan oleh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, AG ditetapkan bersama Sopirnya (T) dan bersama AS salah satu pejabat PT Timah Tbk.

Selain Bos Timah AG, T dan AS, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan 2 orang tersangka lainya terkait dengan kasus dugaan korupsi Bank BRI Pangkalpinang, yaitu berinisial D dan S.

Dalam jumpa pers di Kantor Kejaksaan Tinggi Kep.Babel, Kajati Babel Ranu Mihardja mengatakan, untuk dua kasus dugaan Tipikor yang sudah hampir 1 bulan dilakukan penyidikan oleh penyidik, tepatnya hari ini kasus dugaan korupsi itu resmi ditetapkan sebagai tersangka.

” Sudah hampir satu bulan dilakukan penyidikan dan hari ini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan diduga melakukan korupsi serta bekerja tidak sesuai dengan SOP,” ungkap Ranu Mihardja.

Ranu Miharja lanjutkan, meskipun hari ini bertepatan dengan hari bakti adhyaksa (HBA), penetapan ke 5 (lima) orang tersangka bukan sebagai kado HBA.

” Bukan kado HBA, kalau kado HBA ya harus ada taget,” ucapnya.

Sementara itu, Aspidsus Kejati Babel Eddy Ermawan menambahkan penyidik saat ini sedang melakukan pengembangan terhadap lima orang tersangka dan kemungkinan akan ada tersangka lainnya dalam dua kasus dugaan korupsi pembelian bijih timah kadar rendah (Terak) dan Bank BRI Pangkalpinang.

” Kita lakukan pengembangan kemungkinan akan ada tersangka lainnya,” kata Eddy Ermawan.

Menurut Edi Ermawan, untuk kasus dugaan Tipikor pembelian bijih timah kadar rendah (Terak), penyidik akan melakukan penelusuran berupa aset yang dimiliki para tersangka.

” Dilakukan penelusuran berupa aset yang dimiliki para tersangka,” pungkas Aspidsus Calon Doktor Hukum ini.

Diketahui sebelumnya, Dua kasus dugaan korupsi tersebut mulai dilidik Kejati Babel sejak Februari 2020 dan pada bulan Juni 2020 penanganan dua kasus ini naik ke penyidikan.

”Dua kasus ini sudah kami lakukan puldata dan pulbaket, permintaan keterangan dan pada tanggal 29 Mei 2020 kemaren, dua penyelidikan ini sudah kita tingkatkan ke penyidikan,” kata Edi Ermawan, dalam konfrensi persnya, Selasa (2/6/20).

Sementara itu, AG Bos Timah asal Jebus sampai berita ini tayang belum berhasil dikonfirmasi baik langsung maupun melalui Telepon, Telepon Selular milik AG saat dihubungi terdengar nada tidak aktif, begitu juga dengan tersangka-tersangka yang lain ..(man)

 1,990 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *