by

Belajar Daring Tambah Beban Biaya orang Tua Murid

JAKARTA, Deteksionline- Belajar online sekarang ini telah membuat banyak orang tua wali murid pusing tujuh keliling, ini karena menambah kesibukan dan menambah anggara untuk membeli data.

Seorang ibu bernama Mar mengatakan kepada deteksionline dan amunisinews Nama samaran,bahwa dia punya anak tiga pertama sedang kuliah kedua kelas 6 Sekolah dasar (SD)dan yang ketiga baru masuk Sekolah dasar (SD).

“Saya sangat pusing dengan cara belajar online ini,anak saya baru masuk SD dan belajar di rumah dan yang satu lagi kelas 6 SD saya harus mendampingi anak anak setiap paginya belajar online sementara pekerjaan rumah nuumpuk yang harus dikerjakan,belum lagi mau nyiapin makan anak anak dan nyari uang buat beli beras dan ditambah pulah beli paket data,sementara perekonomian seperti ini dapat beli beras saja udah ssyukur,” keluh Mar.

Belajar Online anak kelas satu SD  mengerti apa dia membaca saja belum lancar masih mengeja,mungkin juga banyak anak anak yg lain belum bisa membaca,bukan tambah pintar malah tambah lalai anak anak sekarang karena  tidak masuk  sekolah dan tidak ada bersosialisasii bersama teman teman sekolahnya,” keluhnya.

“Seperti saya dengar di televisi belajar di rumah untuk pencegahan penularan virus corona covid-19, itu kenapa mall mall dibuka rame dan pusat perbelanjaan lainya serta pariwisata rame,kenapa sekolah harus ditutup,bukankah pendidikan itu jauh lebih penting untuk anak anak Indonesia?” Kesahnya.

Sementara itu Ibu Yusma mengatakan, dia  berangkat kerja pagi pulang sudah sore gak ada yang mendampingi anak anaknya belajar online.

“Suami saya juga harus kerja mencari nafkah,saya kerja juga tidak fokus karena kepikir anak anak saya yang di rumah belajar online apa belajar apa tidak, sementar tugas tugas yang di berikan gurunya begitu banyak,sudah magrib saya sampai di rumah tugas tugas sekolah online anak saya juga belum juga selesai,saya juga gak ngerti mau ngerjainya,” ujarnya.

Menurut dia mungkin bisa juga banyak ibu ibu akan mengatakan hal yang sama,”Belajar Online ini sangat tidak epektif untuk anak anak baru masuk sekolah dasar seperti baru kelas satu dua dan tiga karna anak anak itu masih suka belajar bersama dengan teman teman di sekolahnya dari pada belajar di rumah dengan orang tua,” ucapnya.

“Saya juga berharap kepada Pemerintah baik daerah maupun pusat supaya sekolah sekolah di buka, kalau memang gak bisa di buka semua seperti Sekolah Dasar (SD) masuk saja kelas satu saja kan banyak kelas tuh kan bisa di terapkan protokol kesehatanya dengan jaga jarak karena banyak ruangan kosong di sekolah,” harapannya.

“Diriku pusing kita kerja anak online di rumah,kerja jadi tidak tenang”,keluhnya.

Yusma juga mengatakan dia banyak mendapatkan curhatan dari ibu ibu wali murid di antaranya curhatan nya seperti ini di wa group :

  1. Tidak semua wali murid itu orang mampu untuk bisa punya ponsel untuk anak    anaknya dan beli paket data.
  2. Bagaimana kami harus mendampingi anak    anak kami belajar online dan beli paket     data,buat beli beras saja dapat suda     Syukur.

Dan Belajar Online punya Efek samping yang kurang bagus,seperti contoh : “Munculnya situs di hp yang tidak pantas untuk anak anak didik,Padahal kita tidak perna buka yang bukan bukan tiba tiba muncul saja. Ini sudah jelas menghacurkan anak anak kita,” tutupnya.(Syafrigon)

 

 259 total views,  6 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed