by

Kabupaten Toba Samosir Terindikasi Kembali ke Zona Merah

Bupati Toba Samosir  mengevaluasi keputusan New Normal yang sempat dicanangkan, dimana proses belajar mengajar secara tatap muka seyogianya akan dimulai 13 Juli 2020 Senin depan, ditangguhkan sampai dengan waktu yang tidak ditentukan

TOBA, Deteksionline.com: Warga kabupaten Toba mulai resah. Pasalnya wilayah kab Toba yang semula sudah zona hijau, kini terindikasi akan masuk zona merah.

4 orang warga Toba terkonfirmasi positif covid-19, setelah keluar hasil swab yang bersaangkutan. Keempat orang tersebut 3 orang warga kecamatan Balige dan 1 orang warga kecamatan Parmaksian.

Warga Balige tersebut  adalah 1 keluarga, yaitu RN (74thn) nenek, RS (43thn) anak, RS (14thn) cucu. Terpaparnya ketiga org ini bermula dari suami RN meninggal pada  15 Juni 2020  lalu dari RS HKBP Balige yang setelah ditelusuri penyakitnya mirip gejala covid-19, yaitu demam tinggi disertai batuk dan sesak bernafas. Pihak RS belum sempat mengambil ravid test si kakek sudah keburu meninggal.

Usai penguburan, RN yang sedang sakit-sakitan dibawa anaknya berobat ke RS Adam Malik Medan. Di sana si nenek diravid test dan hasilnya positiv reaktif.  Kemudian diambil Swabnya ternyata terkonfirmasi positif.  Oleh si anak hasil Swab  diberitahu ke gugus tugas Toba . Oleh gugus tugas Toba secepatnya direspons dengan meravid seluruh sanak keluarga RN yang tinggal di Toba. Sebanyak 24 orang ternyata hasilnya negatif, sedangkan 2 orang positif reaktif.

Kemudian ke 2 orang ini   di Swab, dan pada 6 Juli 2020 keluar hasilnya positif.  Selanjutnya oleh petugas Gugus dikirim ke RSUD Tarutung sebagai RS rujukan utk dirawat dan diisolasi.

Sedangkan  satu orang lagi  warga Parmaksian JS (52thn), adalah salah satu karyawan di perusahaan besar yang ada di kecamatan tersebut.

Semula JS perjalanan tugas ke kota Medan pada 24 Juni. Besoknya kembali ke Parmaksian. Sebelum masuk kerja JS terlebih dahulu diravid test di klinik perusahaan.  Ternyata hasilnya positif reaktif. Kemudian dikirim ke Medan untuk diambil hasil Swabnya. Pada  6 Juli diberi tahu ke gugus tugas Toba bahwa hasilnya positif.  Kini JS diisolasi mandiri di rumahnya di Medan.

Hal ini terungkap pada waktu konferensi pers di Posko Gugus Tugas Kabupaten Toba, yang disampaikan oleh juru bicara gugus tugas  Drs Lalo Hartono Simanjuntak didampingi oleh sekretaris gugus dr Pontas Batubara, dr Juliwan Hutapea dan Siti Nuraya Sirait, pd Selasa tgl 7 Juli 2020 sore.

Bupati Toba Samosir  mengevaluasi keputusan New Normal yang sempat dicanangkan, dimana proses belajar mengajar secara tatap muka seyogianya akan dimulai 13 Juli 2020 Senin depan, ditangguhkan sampai dengan waktu yang tidak di tentukan.

Melalui surat edaran dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Toba tertanggal 7 Juli 2020 no 800/098/PGTK/2020, perihal perobahan jadwal tatap muka. Dalam suratnya Kadis mengatakan sesuai dengan laporan data covid-19 Gugus Tugas kabupaten Toba up date tgl 6 Juli 2020, dengan mempedomani keputusan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri tentang panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pd thn ajaran dan thn akademik baru di masa pandemi covid-19, pembelajaran tatap muka yang direncanakan  tgl 13 Juli 2020 ini akhirnya dibatalkan hingga waktu yang belum ditentukan. Dan kepada setiap Kepala Sekolah supaya mempersiapkan proses pembelajaran secara daring dan luring dengan mempedomani peraturan dan perundangan yang berlaku.

Bupati Toba Darwin Siagian selanjutnya menghimbau masyarakat supaya tidak resah dan tetap mematuhi protokol kesehatan. (aes)

 

 

 

 1,182 total views,  4 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed