by

K.H Asad Said Ali : Pancasila Sudah Final tidak Membutuhkan Penafsiran Lebih Luas

Jakarta,deteksionline.com-K.H Asad Said Ali, meminta RUU HIP harus ditarik materi muatan hukumnya.

Karena yang sebenarnya diperlukan adalah undang-undang tentang pembinaan ideologi Pancasila, bukan malah mengatur Pancasila sebagai sebuah ideologi, falsafah dan dasar negara.

” Bahwa baik naskah akademik dan substansi dari RUU HIP tersebut berpotensi menguak kembali konflik ideologi yang bisa mengarah pada krisis politik”, tuturnya, kepada Deteksi, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya, anyaman kebangsaan yang sudah dengan susah payah dirajut oleh founding fathers bisa koyak kembali dengan rumusan-rumusan pasal RUU HIP yang banyak kontroversi dan mengundang banyak polemik.

” rumusan pasal-pasal HIP banyak kontroversi dan mengundang banyak polemik”, imbuh Mantan Waka BIN itu.

Ditegaskan kembali, Pancasila sebagai kesepakatan final tidak membutuhkan penafsiran lebih luas atau lebih sempit dari penjabaran yang sudah dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 berikut situasi batin yang menyertai rumusan finalnya pada 18 Agustus 1945.

” Pancasila itu tidak membutuhkan penafsiran lebih luas, Pancasila sudah final”, tegas mantan Wakil PBNU tersebut.

Dia juga menekankan bahwa Indonesia tidak lagi membutuhkan Undang-Undang model baru untuk menafsirkan Pancasila yang justru akan menurunkan nilai pancasila itu sendiri sebagai dasar negara.

“Selain menurunkan nilai-nilau pancasila, Undang-Undang penafsiran Pancasila juga berpotensi disalahgunakan”, kata Pak Kiyai itu

Ia menlanjutkan, perdebatan dan pro-kontra RUU HIP yang semakin memanas berpotensi memecah belah persatuan.

“Untuk itu, perdebatan dan pro-kontra tentang RUU HIP harus dihentikan. Kita tidak boleh terpancing terhadap hal-hal yang mengarah kepada perpecahan,” lanjut K.H Asad Said Ali.

Kemudian, K.H Asad Said Ali berharap kepada semua komponen bangsa untuk menahan diri dan pemerintah harus bijak dalam menyikapi perdebatan dan pro- kontra  RUU HIP yang semakin memanas…(budi setiawan)

 122 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed