by

DPP LAI Datangi RS Pertamina Pusat Pertanyakan Tindak Lanjut Kasus Dugaan Malpraktek di Palembang

JAKARTA,deteksionliine.com- Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Aliansi Indonesia ( DPP LAI) bersama korban dugaan mal praktek di RS Pertamina Palembang mendatangi Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSP Pusat) Jakarta di Jakarta Selatan untuk mempertanyakan Surat Tanggal 16 Januari 2020, Nomor:2.241/Prm/DPP/1/20.

Prihal: Mohon Penyelesaian Segera Atas kasus Dugaan Malpraktek atas nama Muhammad Rizky Ramadhan yang di tujukan Kepada Direktur RS.Pertamina Plaju Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Jum’at (3/7/2020).

Koordinator Nasional Penelitian, dan Pengembangan DPP LAI Wahyu Widodo mengatakan, kedatangannya ke RSP Pertamina untuk mempertanyakan adanya dugaan mal praktek di RS Pertamina Plaju Palembang tempohari.

“terkait adanya dugaan mal praktek yang dilakukan oleh dr. Rumah Sakit Pertamina Plaju Palembang Sumatera Selatan, dalam hal ini bahwa pihak rumah sakit pusat pertamina ikut bertanggung jawab dan/atau duduk bersama agar permasalahan cepat terselesaikan dan ini atensi Ketum LAI Djoni Lubis”, terang Wahyu Widodo, Jum,at siang, (3/7) di RSP Pusat Jaksel.

Wahyu mengatakan sejauh mana proses pertanggung- jawaban dugaan mal praktek yang di lakukan oleh terduga pelaku dr Dony Rendra Kepala Tim Dokter bedah RS Pertamina Plaju Kota Palembang.

” Kami mempertanyakan sejauh mana penanganan surat yang kami laporkan ke Pusat tersebut”, lanjutnya.

Sementara itu pihak RS Pertamina Pisat mengatakan akan menghubungi saudara Wahyu Widodo karena saat ini sedang dirapatkan.

“Salah seorang Staf Rumah Sakit bagian persuratan di RS.Pertamina mengatakan nanti kita akan hubungi kembali kepada Pak Wahyu karena Surat masih di Derektur Rumah Sakit mungkin Sedang Dirapatkan,” kata Staf Rumah Sakit Pertamina.

Berikut Kronologis singkat korban dugaan mal praktek

1.Pada Sekira bulan Oktober tahun 2016, Orang Tua korban mendapatkan Informasi adanya program Operasi Hernia, Bibir Sumbing dan Katarak di Rumah Sakit Pertamina Plaju Palembang dalam Rangka ulang tahun pertamina pada tahun 2016.

2.Tanggal 25 oktober 2016 di Rumah Sakit Pertamina, kami mendaftarkan anak saya inisial MRR ikut dalam program Operasi Gratis Hernia.

3.Tanggal 26 oktober 2016 mendapat Pemberitahuan dari Pihak Panitia pengobatan Gratis agar berkumpul di RS.Pertamina Untuk dilakukan Pemerikasaan awal sebelum pelaksanan pengobatan Gratis.

4.Tanggal 27 oktober 2016 di RS.Pertamina, anak saya inisial MRR dilakukan pemeriksaan awal oleh tim Dokter Panitia pengobatan Gratis dengan cara pengecekan tensi darah, ditimbang berat badan dan diambil sample darah.

5.Tanggal 28 oktober 2016 anak saya inisial MRR dilakukan Pemerikasaan Visual mata oleh tim Dokter bedah panitia pengobatan gratis dan dinyatakan bahawa anak saya yang bernama Muhammad Rizky Ramadhan Menderita Sakit Hernia.

6.Sekira Pukul 11.00 Wib.pada tanggal 28 oktober 2016.dilakukan pemeriksaan oleh Tim Dokter umum Panitia Pengobatan gratis dan dinyatakan bahwa anak saya inisial MRR tidak dapat dilakukan operasi Hernia karena pada saat itu menderita flu dan batuk kemudian diberikan rujukan untuk pemeriksan di Dokter Anak di RS Pertamina Plaju Palembang Sumsel dengan hasil dapat di lakukan oprasi Hernia Setelah Pengobatan rawat jalan selama 3(tiga) hari.

7. Tanggal 31 Oktober 2016 mendapat berita tim Dokter bedah Panitia Pengobatan Gratis HUt Pertamina tahun 2016 bahwa anak saya inisial MRR akan melakukan pemerikasan kesehatan ulang sebelum pelaksanan operasi dan dinyatakan layak untuk dilakukan untuk dilakukan Tindakan oprasi Hernia.

8.Tanggal 2 November 2016 Sekira pukul 15.00 wib, dilakukan tindakan operasi Hernia terhadap anak saya yang bernama MRR oleh Tim Dokter Bedah Pengobatan anak Saya yang bernama, MRR oleh Tim Dokter bedah Pengobatan Gratis Hut Pertamina Tahun 2016.

9.Sekira Pukul 16.45 wib.Saya di panggil oleh Dokter Donny Randra untuk memberikan informasi bahwa anak saya bernama Muhammad Rizky Ramadhan Terkena Sakit Tumor dengan cara memperlihatakan hasil oprasi bedah yang dilakukan oleh Tim Dokter Pengobatan Gratis.

Sementara itu Tamrin (40) Orwng Tua MRR saat dikonfimasi di RS Pertamina Pusat, Pria Asal Sumsel ini menegaskan, Bahwa saya Ingin meminta pertanggung- jawaban dari Pihak Rumah Sakit Pertamina Pusat di Jakarta dan RS Pertamina Palembang Sumsel dan Saya jauh-Jauh dari Palembang bersama anak saya datang ke RS Pertamina di Jakarta alasannya sejak pasca Operasi Hernia itu MRR mengali sakit kalau buang air kecil.

” Jangan sampai saat ini tidak ada pertangungjawaban dari pihak RS Pertamina terhadap anak saya dan Saya mohon kejelasanya dari pihak Rumah Sakit Pertamina, karena anak saya mengalami sakit sesaat mau kencing dan hal itu bertahun-tahun dialami anak saya, sejak pasca Operasi itu sampai sekarang,” imbuhnya dengan kesal…( budi setiawan)

 404 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed