by

KAKTPA Mentawai : Hukum Berat Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Mentawai,Sumbar,deteksionline.com-Beberapa LSM yang tergabung dalam Koalisi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KAKTPA) di Kabupaten Kepulauan Mentawai melakukan aksi solidaritas di Tugu Sikerei Kilometer 9, Tuapejat, Mentawai, Kamis (2/7/2020).

Mereka menuntut pelaku kekerasan seksual terhadap anak yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai dihukum berat.

Koordinator Aksi Nikanor Saguruk mengatakan kepada wartawan, aksi ini merupakan solidaritas kami dari KAKTPA Kepulauan Mentawai terkait maraknya kasus Pencabulan dan Pelecehan terhadap anak dibawah umur.

“Kejadian ini adalah peristiwa yang memilukan dan membuat luka banyak pihak. Seharusnya kasus tersebut tidak boleh terulang kembali di Kepulauan Mentawai. Tidak ada kata lain, selain hentikan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Mentawai.
Cukup ini menjadi kasus yang terakhir,” katanya.

Nikanor Saguruk menyinggung pelaku adalah pemuka agama, Satu pelaku pengasuh Pondok Pasanteren di Mentawai, Satu lagi pelaku mantan Pendeta.

” Apalagi pelaku adalah para pemuka Agama, biar ada efek jera, segera tahan Ustad MS”, katanya, Kamis (2/7/2020).

Nikanor menduga kekerasan seksual itu melebihi dari angka tersebut. “Ada stigma negatif yang disematkan kepada korban, sehingga masih banyak korban yang tidak bersedia melapor,” tegasnya kembali.

Kemudian, Nikanor juga meminta untuk kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak lainnya dituntaskan secara cepat, profesional dan transparan.

“Pihak KAKTPA meminta pemerintah daerah untuk memberikan penanganan optimal terhadap korban kekerasan. Terutama dalam memberikan hak-hak korban. Seperti perlindungan rumah aman atau rumah singgah dan tenaga psikolog yang memadai dan memberikan pendampingan sampai pulih dari trauma”, terangnya.

Sementara itu, Wakapolres Mentawai, Kompol Maman Rosadi mengatakan kasus perbuatan cabul di Kepulauan Mentawai cukup tinggi. Untuk itu, Polres Mentawai sudah membentuk tim khusus menangani perkara meninggalnya KL, korban kekerasan seksual di Tuapejat tersebut.

“Alhamdulilah, tidak sampai satu bulan, berkas perkara ini sudah dikirim ke kejaksaan. Sebelum tanggal 15 Juli 2020 nanti, tersangka akan kita serahkan ke kejaksaan untuk dilaksanakan persidangan”, jelas Kompol Maman.

Wakapolres menerangkan, kita berharap Hakim bisa memutus perkara ini secara maksimal.Terkait dua kasus dugaan pencabulannya lainnya yang juga melibatkan oknum pemuka agama, dan oknum Ustad MS belum dilakukan penahanan oleh pihak Polres.

“pihak Polres akan segera melengkapi berkas penyelidikan. Sebab, untuk melakukan penahanan tidak hanya atas dasar status tersangka saja. Namun, harus ada bukti, minimal dua alat bukti yang cukup sesuai KUHAP 184″, imbuhnya.

“Kalau sudah terpenuhi bukti, kami akan amankan tersangka. Pokoknya, pihak kepolisian tidak main-main dalam masalah ini, terutama perkara-perkara yang melibatkan anak-anak di bawah umur”, lanjutnya.

Sementara berdasarkan data dihimpun Jaringan Peduli Perempuan, dari tahun 2003 hingga 2020 terdapat 39 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kepulauan Mentawai…(delau)

 256 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed