by

Penggugat Proyek Kereta Api Cepat Indonesia Hadirkan Dua Orang Saksi

Jakarta-deteksionline.com, Dalam persidangan hari ini (Rabu 01/07/20) para penggugat yang diwakili kuasa hukum Prof.,DR.,Lur,Servatius Sadipun,SH,M.Hum, mengajukan beberapa pertanyaan kepada saksi Rohmat dan Antonius Padua terkait riwayat kepemilikan tanah yang saat ini terkena proyek Kereta Api Cepat Indonesia Cina di Kelurahan Cipinang Melayu Jakarta Timur.

Dalam keterangannya saksi Rohmat mengaku selama tinggal di kampung 200 galian Cipinang Melayu hanya satu kali mendapatkan surat undangan musyawarah terkait pembangunan KACIC tersebut, undangan dilayangkan oleh perusahaan PT.Pilar Sinergi BUMN Indonesia bukan dari panitia pembangunan atau panitia 9 seperti lazimnya sebuah proyek, katanya Rabu (01/07/20) di Pengadilan Jakarta timur.

Saksi menambahkan,Tanah yang kami tempati sejak Th 1990 ini pernah diklim TNI AU namun pihak TNI AU tidak pernah menunjukan bukti atau alas hak tanah, mereka hanya mengaku memiliki surat egondom pervonding no.6329 sedangkan isteri Bob Goldman yakni Nurcholis mempunyai surat egondom pervonding no.6329 tersebut”, terangnya.

Sementara itu Saksi kedua Antonius Padua dalam keterangannya mengatakan,TNI AU tidak pernah menempati lahan yang kami garap dari Bob Goldman dan kami tahu bahwa tanah seluas 9 Hektar ini milik Tn.Bob Goldman selaku ahli waris dengan alas hak Egondom pervonding no.6329 dan tanah tersebut berada di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur bukan Kelurahan Halim seperti yang diklim oleh TNI AU.

Wahyu Widodo Koordinator nasional penelitian dan pengembangan DPP Lembaga Aliansi Indonesia mengatakan, “Kementeriaan Agraria harus segera merespon Gugatan warga Cipinang Melayu terkait proyek Kereta Api Cepat Indonesia jika tidak ini akan mencoreng kinerja BPN RI”, katanya singkat.

Sidang perkara no.149/Pdt.G/2019/Jak.Tim yang digelar hari ini dihadiri oleh para penggugat TNI AU dan Sekneg sayang tergugat BPN RI tak hadir dalam sidang hari ini bahkan selama 1 Th berperkara di PN Jak-tim baru satu kali hadir dalam persidangan.

Sementara Staf Sekretariat Negara saat dikonfirmasi usai persidangan tak mau berkomentar, kami hanya mewakili hadir dalam persidangan dan tidak kompeten berbicara kepada media..(ruk)

 231 total views,  5 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed