by

Korban Aslut Bertambah, Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo: Pemerintah Harus Bertanggung Jawab

Probolinggo,deteksionline.com-Fernanda Zulkarnain Wakil ketua DPRD kota probolinggo meminta Pemerintah harus bertanggung jawab atas dugaan raibnya dana bantuan Asistensi Lanjut usia terlantar (Aslut) yang seharusnya diterima.

” Hati saya tergerak untuk membantu mereka,  mudah mudahan bantuan dari saya bisa sedikit meringankan beban mereka, bantuan ini merupakan rasa kepedulian dari saya sebagai sesama manusia”, ujarnya menanggapi ramainya berita korban Aslut di media.

Fernanda merasa miris sekali, masih ada orang tega mengambil hak kedua penerima Aslut itu dan hal ini menjadi tanggung-jawab Pemerintah Kota Probolinggo untuk betul-betul memperhatikannya. Pemerintah Kota Probolinggo mesti tanggung-jawab.

“karena ini menjadi tanggung jawab pemerintah Kota Probolinggo,  mereka harus betul betul diperhatikan, meskipun mereka tidak dapat, sebenarnya banyak program bantuan yang bisa disisihkan untuk mereka” tegas Anggota Dewan yang pernah mengenyam Pendidikan di Amerika ini.

Diketahui kedua korban Aslut itu adalah Mbah Suryo Tiami (75) asal Kelurahan Pilang merupakan korban pertama dan korban kedua Mbah supinah (80) warga kelurahan Pilang Rt 05 Rw 02 adalah korban kedua.

Kedua korban itu pernah menerima bantuan Aslut sebanyak satu kali sebesar 200.000, selanjutnya tidak pernah menerima lagi dan uangnya diambil oleh Pendamping Aslut

Menurut keterangan mbah Suryo Tiami (75) dan mbah Supinah (80) mereka hanya diberi bekal buku rekening Bank saja oleh oknum petugas pendamping Aslut, sedangkan kartu  ATM-nya dipegang oleh oknum petugas pendamping Aslut non aktif.

“Kami hanya memegang Buku Tabungan saja sedangkan ATM nya dipegang pendamping Aslut”, tuturnya, Minggu (28/6/2020).

Sementara Lurah Pilang Agung Prastyo Teguh Adi Nuswantoro S. Sos
menjelaskan membenarkan kasus dugaan tersebut kasus itu sudah di mediasikan antara keluarga penerima bantuan dengan oknum pendamping non aktif.

” Sudah dimediasikan antara keluarga penerima dan oknum pendamping non aktif dan disaksikan oleh muspika kecamatan Kademangan,  dan hasilnya dibenarkan bahwa dana itu diduga sudah diambil oleh oknum pendamping aslut, diketahui setelah ada keterangan dari Bank”, jelasnya.

Lurah Pilang mengatakan, Pihak pendamping tersebut sudah meminta maaf kepada keluarga mbah Suryo Tiami,  namun hasil mediasi pihak keluarga korban Aslut meminta proses hukum.

“Pihak pendamping sudah meminta maaf kepada korban namun keluarga mbah Suryo Tiami meminta kasus ini berlanjut  ke proses hukum” tuturnya diruang kerjanya, Senin (29/6).

Disinggung mengenai jumlah penerima bantuan Aslut, Lurah Pilang jelaskan bahwa ” penerima bantuan Aslut tersebut dikelurahan pilang terdata ada 12 orang. Satu diantara sebelas ini sudah dimediasikan, kemudian yang sebelas penerima saya belum tahu sejauh mana perkembangannya, lebih jelasnya lagi dinas sosial yang lebih tahu karena itu program Kemensos” jelasnya mengakhiri pembicaraannya.

Sementara sebelum berita tayang, Deteksi sudah mengirimkan pesan kepada Kepala Dinas Sosial Kota Probolinggo, namun sampai saat ini pihak Dinsos Kota Probolinggo belum merespon…(irfan)

 85 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed