by

LIRA Kota Probolinggo Kecam Adanya Dugaan Kongkalingkong Dalam Lelang Rumah Sakit Probolinggo

Probolinggo-deteksionline.com-LSM LIRA DPD kota Probolinggo mengecam keras apabila ada oknum yang berani bermain bermain dalam proses tender proyek rumah sakit yang baru ini.

LIRA Kota Probolinggo terus menelusuri kebenaran informasi yang sudah beredar dimasyarakat terkait adanya proses tender proyek rumah sakit yang baru yang terkesan ada dugaan permainan tidak sehat.

” Kita akan telusuri adanya informasi di masyarkat terkait tender proyek Rumah Sakit yang baru, ada dugaan kongkalingkong”, terang Eko kepada Deteksi, Sabtu (27/6/2020).

LIRA juga mengutuk keras bagi para pelaku apabila ada yang berani bermain-main dalam pelaksanaan proses tender rumah sakit yang baru.

“saya tidak akan segan segan untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib apabila ada pihak pemangku kepentingan yang berani bermain-main dalam proses pelaksanaan tender proyek rumah sakit yang baru ini, saya juga mengantongi data-data serta informasi adanya dugaan indikasi yang tidak sehat”, tegas Walikota LIRA Probolinggo ini.

” Saya minta kepada pihak pemerintah kota Probolinggo agar palaksanaan proses tender rumah sakit yang baru ini betul betul dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan mikanisme yang baik dan benar yang sudah diatur oleh Undang-Undang, agar hal ini tidak rancu dikalangan kontraktor dan masyarakat, karena pembangunan Rumah Sakit yang baru ini adalah masuk dalam perpres nomer 80 tahun 2019″, lanjutnya.

 

LIRA juga meminta kepada pihak Kejari Kota Probolinggo dan Polresta Probolinggo serta masyarakat bersama sama mengawasi jalannya pembangunan Rumah Sakit yang baru, agar pembangunan tersebut tercapai sesuai seperti yang kita harapkan bersama.

” Mari kita awasi bersama jalannya pembangunan Rumah Sakit yang baru itu, agar hasilnya sesuai rencana”, terang Walikota LIRA tersebut.

Diketahui, terhitung 26 juni 2020 memasuki proses tahapan tender,
28 M Sumberdana dari APBD (DAU) untuk pembangunan rumah sakit yang baru, jadi rebutan 17 perusahaan konstruksi.

Bagi peserta yang ikut tender harus melengkapi dokumen tambahan syarat, karena pemkot telah mengeluarkan aturan tambahan untuk proses tender, aturan syarat tambahan tersebut tertuang dalam perwali nomer 63 tahun 2020 sebagai syarat syarat tambahan dokumen pemilikan jasa konstruksi dilingkungan pemerintah kota Probolinggo, padahal perwali tersebut disyahkan pada tanggal 17 juni 2020 baru baru ini.

Sementara itu Kepala Dinas PU-PR Kota Probolinggo Agus Hartadi menjelaskan bahwa penambahan syarat itu alasannya, penjelasan itu diambil dari sebuah media di Probolinggo.

“Penambahan syarat tambahan diberlakukan karena pemkot tidak ingin proses pembangunan dilakukan asal asalan, pemerintah bener bener ingin perusahaan yang ikut tender adalah perusahaan yang berkualitas serta tidak ada persoalan dana, sebab dikwatirkan ditengah perjalanan ada persoalan karena tidak adanya dana” ujar Agus.

Dihubungi Deteksi, Kepala Dinas PU PR Kota Probolinggo mengucapkan terima kasih atas perhatiannya ikut mengawal giat rumah Sakit Baru di Kota Probolinggo, Sabtu (27/6)

“Saya ucapkan Teima kasih atas psrhatian dalam ikut mengawal giat pembangunan rumah Sakit Baru sehingga nantinya bisa maksimal seperti yang diharapkan”, terangnya..

…(irfan)

 518 total views,  3 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed