by

Korban Penipuan Mantan Caleg DPR Minta Perlindungan Hukum ke Kejagung

LIMAPULUH KOTA, Deteksionline.com-Jonni Lumbantoruan,  penasehat hukum Zamhar Pasma Budi, terpaksa melayangkan surat ke Jaksa Agung Republlik Indonesia mengajukan permohonan perlindungan hukum terkait kasus dugaan penipuan yang dialami kliennya.

Zamhar Pasma Budi diduga menjadi korban penipuan senilai Rp 1,7 Milliar yang dilakukan mantan calon anggota DPR-RI berinitial RO (45 tahun).

Korban Zamhar Pasma Budi warga Nagari Banja Loweh, Kecamatan Bukit Basiran, Kabupaten Limapuluh Kota, kemudian membuat Laporan Polisi. Tercatat dengan  LP/67/K/X/2019/Sektor Suliki tanggal 22 Oktober 2019 lalu.

Meski perkara tersebut pidana biasa, namun sudah hampir 8 bulan di tangan penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota dan penyidik Kejaksaan Negeri Suliki, sampai saat ini berkas perkara dugaan penipuan yang melibatkan caleg perempuan untuk Daerah Pemilihan Sumbar II meliputi Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh itu, berkas perkaranya masih bolak-balik antara penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota kepada penyidik Kejaksaan Negeri Suliki, dengan alasan berkas perkara belum lengkap.

Tak tanggung-tanggung, surat  permohonan perlindungan hukum yang dilayangkan ke Jaksa Agung RI tanggal 25 Juni 2020 itu, ditembuskan langsung ke Presiden RI, Joko Widodo, Komisi III dan Komisi VII DPR-RI, Ombudsman Sumatera Barat, Kejaksaan Tinggi Sumbar, Kejari Payakumbuh, Kacabjari Suliki, Ketua Pengadilan Tanjung Pati dan Kapolres Limapuluh Kota.

Dalam suratnya itu, Jonni Lumbantoruan yang pernah menjabat sebagai Kapolsek itu secara gamblang mengungkapkan rasa ketidakadilan yang dialami kliennya, Zamhar Pasma Budi, terkait penanganan perkara dugaan penipuan yang melibat tersangka RO, yang berkas perkaranya sudah beberapa kali bolak-balik dari tangan penyidik Sareskrim Polres Limapuluh Kota ke tangan penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh.

Menurut Jonni Lumbantoruan, seperti dikutip dari surat yang dilayangkannya ke Jaksa Agung RI, pihaknya mencurigai ada pihak yang mencoba mengintervensi penangganan perkara dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan tersangka RO, mantan caleg perempuan DPR-RI ini.

 81 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed