by

Dana Desa Gunung Besar Diprotes Warga

LAMPUNG UTARA, Deteksionline.Com—Proyek pembangunan jalan Lapen di Desa Gunung Besar, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), diduga dikerjakan asal jadi

Hal ini disampaikan Bambang dan sejumlah warga lainnya, kepada deteksionline.com, Senin (22/6/20).

Ia mengatakan, pembangunan lapen tersebut menggunakan dana desa DD tahun 2020 sebesar Rp.193.554.000,-, dengan Kualitas jalan tersebut sangat rendah karena proses penggilasan tidak maksimal sehingga jalan bergelombang.

Menurutnya, proses pengerjaan yang terkesan asal jadi itu merupakan bentuk penghamburan DD yang tidak diawasi secara ketat oleh pihak TPK (Tim Pengelola Kegiatan) serta mandulnya peran pengawasan Badan Permusyawaratan Rakyat (BPD) Desa setempat.

“Kami nilai BPD tidak menjalankan tupoksinya. Sebab, bisa kita buktikan seperti papan skala proyek atau yang sering disebut papan informasi ada logo kejakasaan yaitu TP4D, sedangkan tahun ini tidak ada lagi yang namanya TP4D. Disitu kami nilai kuat dugaan BPD tak bekerja,” ujarnya.

Lanjutnya, Dimana pemerintah sudah berulang kali menyampaikan kepada masyarakat agar ikut memonitoring pembangunan di desa. Pengawasan pengelolaan anggaran Dana Desa oleh masyarakat diatur dalam UU Pasal 68 Nomor 6/2014 yang mengatur hak dan kewajiban masyarakat desa untuk mendapatkan akses dan dilibatkan dalam pembangunan desa.

Pelibatan masyarakat, katanya, menjadi faktor yang paling mendasar karena masyarakat mengetahui kebutuhan desa dan secara langsung menyaksikan jalannya pembangunan di desa.

“Sedangkan peran BPD juga sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 sebagaimana diubah dengan PP Nomor 47 Tahun 2015,” katanya.

Dalam peraturan tersebut, BPD berfungsi membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa (Perdes) bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, dan melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa.

“Diharapkan Dinas terkait dapat segera turun ke lapangan untuk mengecek pengerjaan lapen tersebut,” harapnya.

“Kami masyarakat mendesak pihak Kejaksaan Negri (Kejari) Kotabumi agar segara turun dan mengecek langsung pengerjaan tersebut di lapangan. Karena disitu ada TP4D,” pungkasnya.

Sementara deteksionline.com melakukan Konfirmasi kepada BPD dan Kades guna dikonfirmasi namun sayangnya mereka tidak ada di kantor desa. sehingga berita ini diterbitkan BPD dan Kades belum dapat dikonfirmasi. (darsani)

 262 total views,  2 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed