Edan, Ustad Ini Cabuli Muridnya Yang Masih Dibawah Umur

  • Share

Foto // Kasatreskrim Polres Mentawai Iptu Irmon SH

MENTAWAI, deteksionline.com-Salah seorang Ustad berinisial MS(40) sekaligus pimpinan salah satu Pondok Pesantren diKecamatan Sipora Utara dilaporkan ke Polres Kepulauan Mentawai atas dugaan kasus pencabulan terhadap anak Bunga (16) yang merupakan seorang santrinya, Senin (8/6).

Ustad MS itu dilaporkan oleh inisial L (36) Orang Tua Bunga ke Sentra Pelayanan Polres Kepulauan Mentawai terkait dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.

Kasatreskrim Polres Mentawai Iptu Irmon SH MH atas se izin Kapolres Mentawai AKBP Dody Prawiranegara membenarkan bahwa, ada laporan dari warga terkait Pencabulan, terlapor adalah salah satu Pimpinan Pondok Pasantren di Kecamatan Sipora Utara.

“Memang benar bahwa ada masyarakat yang melaporkan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak yang terjadi di pesantren Hidayatullah, korban E (16) terlapor adalah MS salah satu pimpinan pesantren di situ, kami unit  Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kepulauan Mentawai masih melakukan penyelidikan terhadap perkara ini makanya terhadap tersangka masih dilakukan pemeriksaan,” kata Iptu Irmon.

Iptu Irmon tambahkan, Terlapor MS (40) saat ini sudah dibawa ke Mentawai oleh seorang personil Polres Mentawai untuk dimintai keterangannya terkait perkara ini, sebelumnya diketahui sempat berangkat ke Padang melalui perahu boat dari Mentawai.

Ia menambahkan, saat ini polisi sedang menyelidiki untuk pengumpulan alat bukti, terhadap korban kini masih kesulitan untuk dimintai keterangannya diduga masih mengalami trauma.

“Tim PPA kita sudah ke tempat korban dan korban sempat histeris  dan dia tidak mau memberikan keterangan dia mengalami trauma namun kita belum mengetahui akibat trauma yang dialaminya,” terang Iptu Irmon kepada Deteksi, Rabu (10/6).

Kemudian lanjut Iptu Irmon, meski beberapa kasus serupa penyelesaiannya dengan jalan perdamaian pada keluarga, bukan berarti mengesampingkan jalannya proses hukum.

“Itu tidak ada karena sesuai UU terbaru terkait untuk  kejahatan terhadap anak bukan lagi delik aduan dan proses hukum tetap jalan,” imbuhnya.

Dalam persoalan hukum tidak memandang siapa orangnya, dimata hukum itu kita berlakukan sama, tidak ada pilih kasih.

“Kami tidak memandang dia tokoh agama kalau perbuatannya bertentangan melawan hukum, tetap kita lanjutkan ke proses hukum”, imbuh Iptu Imron tegas.

Sementara itu Kepala sekolah pesantren tersebut, HSN mengatakan awalnya muridnya Bunga, awalnya sakit keserupan dan yang mengurus waktu itu adalah pelaku inisial MS oknum ketua Yayasan, yang kami dengar waktu itu hanya mengobati.

” Belum jelas apakah Beliau melakukan pelecehan atau tidak, kami tidak melihatnya, hanya kami berharap semoga masalah ini di tangani pihak berwajib”, katanya.

Terpisah, pihak keluarga Bunga saat ini belum bisa ditemui wartawan, namun salah seorang famili korban mengatakan kami sudah melaporkan persoalan ini ke Polres Mentawai, kami harapkan kasus ini di prores sesuai hukum berlaku demi keadilan…(delau)

 2,060 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *