by

Tak Berperikemanusiaan,Nenek 63 Th Dilaporkan Polisi

BEKASI,deteksionline.com-Nenek Asiyah atau pemilik nama lengkap Siti Mahmuroh Asiyah (63Th) ini bernasib malang, diusianya yang sudah senja Ia harus memenuhi panggilan polisi terkait dugaan pemalsuan dokumen dalam berkas permohonan kredit kepada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Raharja Cikarang, Bekasi, Selasa (2/6).

Kejadian tragis yang dialami Asiyah ini bermula saat Heri teman akrab Putri Asiyah menawarkan pinjaman modal kepada Asiyah senilai Rp:500.000,000,- pada 2 tahun lalu.

Heri menjanjikan Nenek Asiyah mendapatkan pinjaman uang Rp:500.000,000,- dari BPR dengan syarat menggadaikan Sertifikat kepemilikan tanah milik Asiyah.

Dengan penuh kepercayaan Asiyah pun menyerahkan sertifikat tanah miliknya yang terletak di Rt003/005,Satria Mekar,Tambun Utara kepada Heri, dan Heri pun segera mengurus segala macam persyaratan permohonan kredit kepada BPR atas nama Siti Mahmuroh Asiyah sekitar tahun lalu.

Menurut pengakuan Siti Asiyah kepada media ini sejak pengajuan permohonan pinjaman kepada BPR Ia (Asiyah) tak pernah mendapatkan konfirmasi atau jawaban terkait disetujui atau tidaknya permohonan tersebut.

“Setelah pengajuan permohonan pinjaman Saya tak pernah dihubungi lagi oleh pihak BPR,semua diurus oleh Heri,” ujar Asiyah.

“Tapi yang aneh,tiba-tiba datang surat peringatan dari BPR yang meminta saya bayar cicilan utang dan apabila saya tidak bayar maka tanah dan rumah yang saya tinggali akan dilelang oleh BPR,” ungkap Asiyah dengan mata berkaca-kaca Selasa 02/06/2020.

Sedangkan menurut Repsih Munggawati S.Pd (anak kandung Asiyah) “ibu saya tidak pernah menerima uang dari BPR, bahkan konfirmasi pun tidak ada, kok kami ditagih”, katanya saat ditemui dirumahnya Jl.Pisangan,Satria Mekar,Tambun Utara,Bekasi Selasa 02/06/2020.

Repsih menambahkan,”yang lebih sadis lagi, ibu saya dilaporkan polisi oleh BPR dengan dugaan memalsukan dokumen permohonan kredit ke BPR ,padahal pada saat itu yang mengurus berkas permohonan adalah Heri bukan Ibu saya,”ungkapnya.

“Saya akan berkomunikasi dengan OJK,Komisi III DPR-RI dan Menkeu terkait kasus aneh ini, BPR dipanggil dan dikonfirmasi terkait proses pencairan dana Rp:500.000,000,-kepada ibu saya dan proses survei jaminan serta usaha sebelum pinjaman dicairkan,karena ini ada indikasi permainan antara marketing BPR dengan Heri yang membuat Ibu saya dilaporkan Polisi,”terang Repsih.

Melalui kuasa hukumnya Zenal Abidin SH. Asiyah telah mengkonfirmasi proses pengajuan permohonan kredit kepada BPR dan meminta nomor kreditnya,namun sayang pihak BPR melaui Rahmat tidak mau memberikan apa yang diminta Zenal,padahal berdasarkan UU KIP no:14 th 2008,UU RI no.25 th 2009 tentang pelayanan publik UU advokat no.18 th 2003 BPR wajib memberikan informasi yang diminta dan jika dengan sengaja menutupi maka diancam hukuman penjara 1 th dan denda Rp:5000,000,-

” BPR tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini,saya sudah datang ke BPR untuk meminta data-data hak klien saya,namun saya disuruh menemui kuasa hukum BPR dan saat saya hubungi kuasa hukum BPR,mreka pun berkilah sedang tidak ada ditempat,maka hri ini kami akan layangkan surat berisi permohonan pemberian data-data berupa nomor kontrak dan perjanjian antara BPR dengan Siti Asiyah,”tegas Zenal Selasa 02/06/2020

Sementara itu pihak BPR melalui Kuasa hukumnya Yubi saat dikonfirmasi melalui Whatssapnya mengatakan,kita tunggu saja proses di Kepolisian, Jum’at 29/05/2020

Begitukah potret dunia lembaga keuangan atau Bank di negeri ini,jika hal ini dibiarkan maka masyarakat awam seperti Siti Mahmuroh Asiyah akan menjadi bulan-bulanan kreditur nakal. Bagaimana tidak,tak pernah terima uang tiba-tiba ditagih dan berujung di kantor Polisi..(rukmana)

 163 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed