Ade Kelana LSM Fakta Beltim ; Ganti ABP Sebagai Jubir GTTP Covid -19 BABEL

  • Share

MANGGAR,BELTIM,deteksionline.com- Juru Bicara GTPP Covid-19 Provinsi Bangka Belitung Andi Budi Prayitno (ABP) mengatakan Kabupaten Beltim tidak dapat melakukan new normal karena ada beberapa hal penting yang belum dipenuhi oleh Kabupaten Beltim untuk menuju new normal, Minggu (31/5).

Menanggapi hal itu, Ade Kelana LSM Fakta sangat tidak sependapat dengan alasan yang dikemukakan oleh Juru Bicara GTPP Covid-19 Provinsi Bangka Belitung Andi Budi Prayitno (ABP) tersebut karena tidak berdasarkan data dan fakta yang benar.

Menurut Ade Kelana, Beltim sampai hari ini satu-satunya Kabupaten di Provinsi Babel yang masih di zona hijau, itu fakta yang harus diakui dulu.

” Beltim sampai hari ini masih dalam zona hijau, itu adalah fakta, kemudian Rumah sakit Beltim pun sudah menjadi Rumah sakit Rujukan covid 19, tentunya dengan fasilitas dan tenaga medis yang sudah sesuai standar, silahkan ABP cek n ricek”, ungkap Ade Kelana kepada Deteksi, Senin (1/6).

Ia menambahkan, 1ABP juga harus tahu bahwa ada SMAN yang sudah ditetapkan oleh propinsi Babel sebagai sekolah percontohan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar tanpa pemkab Beltim punya opsi apapun.

” Ini sangat kontras dengan apa yang dikemukakan ABP. Terlebih ABP berbicara terlalu prematur tentang new normal di Beltim sebab Pemerintah Beltim sampai saat ini belum pernah melakukan rapat koordinasi untuk menentukan new normal atau tidak, apalagi mengklaim bahwa sudah membuat opsi untuk new normal”, jelasnya.

Lanjut Ade Kelana, ABP malah sudah membuat keputusan Beltim seolah-olah tidak mampu melakukan new normal.
Saya berharap ini omong kosong terakhir dari ABP sebagai Jubir yang membuat informasi tanpa akurasi data.

” Jika tidak mampu jadi jubir silahkan mundur saja, saya pun berharap agar Gubernur mengganti ABP ini segera”, tuturnya.

Sementara itu ABP mengatakan terkait dengan New Normal di Beltim, yang kami sampaikan itu sesuai fakta dan data.
Mungkin ada pemahaman yang kurang utuh tentang apa yang kami sampaikan terkait hal itu.

“Kami Gugus Tugas Provinsi selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Kab/Kota, dan mengikuti instruksi/arahan Gugus Tugas Nasional, data yang kami sampaikan sesuai fakta dan data, mungkin ada pemahaman yang tidak dimengerti”, jelas ABP kepada Deteksi, Senin (1/6) melalui pesan Whats App.

ABP melanjutkan, secara normatif ditetapkannya Beltim sebagai salah satu daerah di Indonesia, dan satu-satunya Kabuoaten di Provinsi Kep.Bangka Belitung, tentu berdasarkan data n fakta, serta evaluasi Gugus Tugas.

” Kami juga mewanti-wanti terkait persiapan dan kesiapan Beltim dalam menerapkan New Normal ini. Kewenangan ada Pemerintah Daerah, terkait persiapan dan kesiapan itu. Artinya, memang perlu ada strategi dalam penerapan New Normal ini, sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Nasional sebagaimana yang kami sampaikan, dan itu akan dievaluasi terus secara berkala dalam pelaksanaannya”, jelasnya.

Terkait strategi khususnya langkah-langkah antisipasi dan upaya prevensi dalam pelaksanaan New Normal.

“Kami sudah berkomunikasi dan meminta pandangan ataupun pendapat dari para ahli Epidemiologi, dokter dan juga termasuk dengan Ketua Satgas Covid-19 RSUD Beltim, dokter Hotma”, terang ABP kembali…(wtn)

 1,698 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *