Diduga Ikut Terlibat, An PPK Proyek Jalan BPTP Babel Memilih Bungkam

  • Share

Foto // An saat diperiksa sebagai Saksi di Kejari Bangka

PANGKALPINANG, deteksionline.com- Diduga ikut terlibat didalam pusaran kasus dugaan Korupsi proyek Jalan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Bangka Belitung tahun 2019, An memilih bungkam saat dikonfirmasi Deteksi, padahal konfirmasi Deteksi tersebut dikirimkan kepada An sejak Jum’at (28/5) malam hari.

Belum jelas apa alasan An tidak mau menjawab konfirmasi Deteksi, padahal tanggapan An sebagai PPK sangat dibutuhkan untuk keseimbangan berita terkait sampai sejaih mana dugaan keterlibatannya dengan tersangka Hermanto yang saat ini sudah diinapkan di LP Bukit Semut Sungailiat oleh pihak Kejaksaan Negeri Bangka.

” Sudah sejak semalam kita konfirmasi via pesan whats app, namun belum ada tanggapan, walau pesan kita sempat dibaca”, akui WTN salah satu wartawan Babel kepada Deteksi, Sabtu (30/5).

Sementara Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Bangka Beni Harkat yang belum lama bertugas di Kejari Bangka menjelaskan untuk penetapan tersangka baru saat ini belum ada, masih menunggu hasil pemeriksaan Saksi dan Ahli.

” Menunggu hasil pemeriksaan Saksi dan Ahli dulu”, jawab Beni mantan Jaksa Fungsional Kejari Cirebon Jawa Barat tersebut, Jum’at (29/5).

Pada berita sebelumnya telah diberitakan bahwa, demi untuk memenangkan lelang, tersangka Hermanto membuat dukungan fiktip yaitu didalam dokumen dukungan Ashpalt Mixing Plant (AMP), perusahaan Hermanto mengangkat Tukang Martabak sebagai Direktur perusahaannya.

“Dukungan AMP pada Proyek Peningkatan jalan utama BPTP Babel menurut hasil pemeriksaan penyidik Pidsus bukan dukungan dari PT AKI atau perusahaan Akong, melainkan dukungan dari kakaknya Hermanto sendiri, sementara Kakak Hermanto itu pekerjaannya Tukang Martabak” kata Jeffri Huwae SH MH Kajari Bangka Jum’at Siang (27/3).

Lanjut Jeffri, intinya penetapan tersangka untuk Hermanto itu rujukannya pada niat jahat dan  dibuktikan perbuatan jahat (actus reus) dari pelaku tindak pidana korupsi itu.

“Dalam tindak pidana korupsi, niat sekaligus perbuatan jahat harus ada. Tidak mungkin pelaku melakukan korupsi jika tidak ada niat jahat. Dalam tindak pidana korupsi, yang harus dipahami adalah tidak mungkin karena ketidaksengajaan. Tindak pidana korupsi mensyaratkan adanya niat atau motif dari pelaku,” terang Mantan Kajari Fakfak tersebut..(man)

 1,391 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *