by

Viral ! Oknum Mantan Pdt Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Anak Dibawah Umur

Kasatreskrim Polres Mentawai IPTU Irmon SH MH

MENTAWAI, deteksionline.com- Oknum mantan Pendeta di kecamatan Sipora Utara kabupaten kepulauan Mentawai berinisial RFP ditangkap oleh Polres Mentawai Sumatera Barat karena diduga melakukan pencabulan kepada anak dibawah umur inisial K sampai berulang kali.

Kasatreskrim Polres Mentawai IPTU Irmon SH MH atas seizin Kapolres Mentawai Dody Prawiranegara menjelaskan, RFP ditangkap berdasarkan laporan korban dan didampingi oleh Ketua Pendeta GPDI Padang.

” Berdasarkan laporan korban yang didampingi Ketua Pdt GPDI Kota Padang, yang disertai dengan bukti visum dari dokter, kami menetapkan RFP menjadi tersangka dan menahannya untuk 20 hari kedepan”, jelasnya, Kamis (28/5).

Menurut Kasatreskrim Polres Mentawai, awalnya korban merupakan anak asuh sebuah yayasan gereja GPDI kota Padang Sumatera Barat , tersangka RFP meminta kepada Yayasan untuk mengambil korban dengan alasan untuk membantu orang tua tersangka yang sudah renta.

” Korban diminta untuk menjadi pembantu dirumah orang tua tersangka dengan alasan orang tuanya sudah renta, namun korban dijadikan sebagai pelampiasan nafsu oleh RFP”, ungkap IPTU Irmon.

Kelakuan RFP sangat tidak manusiawi, selama kurang lebih 5 bulan korban di jadikan pelampiasan nafsunya, rata-rata 3 sampai 4 kali dalam seminggu.

” Dalam kesaksiannya korban mengatakan, RFP mencabulinya selama 5 bulan dengan rata-rata 3 sampai 4 kali dalam seminggu”, terang Kasatreskrim Polres Mentawai.

Selain itu lanjut IPTU Irmon, RFP pernah memberikan obat untuk menggugurkan kandungan supaya korban tidak hamil.

” masih pengakuan korban, korban dipaksa untuk minum obat penggugur kandungan, supaya tidak hamil”, lanjutnya.

Dalam kesempatan ini Kasatreskrim Polres Mentawai menghimbau kepada segenap masyarakat Tuapejat khususnya dan umumnya masyarakat Kabupaten mentawai, agar apa bila mengetahui dan mendengar tindak pindana yang dialami anak-anak kita Tuapejat Kabupaten Kepulauan Mentawai diminta untuk segera melaporkan ke Polisi.

“Kami menghimbau sekali lagi, mari sama-sama menjaga anak kita jangan sampai terjadi pembiaran, seperti yang sudah-sudah, karena angka kasus pencabulan di Kepulauan Mentawai sangat tinggi dan untuk RFP dijerat dengan pasal Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dan denda 5 miliar..(Delau)

 7,865 total views,  6 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed