by

Lelah Dikejar Satpol PP, PKL Islamic Center Harap PSBB Segera Berakhir

Edy Regen

JAKARTA, Deteksionline.com- Hari ke dua lebaran Idul Fitri 1441 H, Minggu (25/5/2020) pedagang kaki lima di sepanjang jalan di depan Islamic Center Jakarta Utara tetap buka  dagangan.

Menurut seseorang pedagang pakaian di kawasan tersebut, dia tetap dagang karena ada kesempatan untuk berjualan disebabkan selama bulan pusa selalu kucing – kucingan dagang karena sering dirazia oleh Satpol PP.

“Sebelumnya kamikucingt-kucingankadang buka kadang tutup.Bila ada razia kami tak jualan. Tapi lebaran kedu ini kami buka dagangan,”  kata Edy Regen.

“Jika PSBB diperpanjang lagi kami pedagang kaki lima ini bisa semakin morat marit perekonomian kami ini karena kami tidak akan tenang berjualan disebabkan sering di razia oleh Satpol PP,” keluh Edy.

Suardi

Menyangkut  masalah Virus  Covid-19, katanya, dia mengerti banyak. “Kami tetap waspada

dengan cara memakai masker dalam berantaksi dengan pembeli dan sering cuci tangan dengan sabun. Seharusnya antara peraturan pemerintah tentang pencegahan penularan covid-19 ini ya harus seimbang dengan laju perekonomian,dibatasi bukan berarti di arang kan kami juga waspada dengan Virus Covid-19 itu,” katanya lagi.

Edy Regen yang sudah bertahun tahun dagang di Sepanjang jalan samping Islamic Center mengatakan kalau nanti PSBB berakhir dan diperpanjang lagi dia tidak bisa berjualan.

“Tolong kebutuhan kami dipenuhi Pemerintah baik itu pangan dan lain lainnya,tapi saya berharap PSBB berakhir di DKI Jakarta agar bisa berdagang dantidak dikejar-kejar satpol PP,” harap Edy.

Suardi,  pedagang baju kaos juga mengatakan halyang sama denganm Edy. “Kami baru baru ini saja dagang,selama bulan Ramadhan banyak tutupnya dari pada bukanya disebab kan selalu dirazia oleh petugas Satpol PP,” katanya.

“Kalau PSBB diperpanjang gimana yaa,Saya juga bingung bang selaku masyarakat kecil semoga saja covid-19 ini cepat tuntas biar PSBB tidak diperpanjang lagi biar Perekonomian berjalan lancar  dan kami pedagan ada kebebasan untuk berjualan tidak merasa di kejar kejar dan was was lagi,ketakutan memang ada setiap kami beraktivitas tapikan kami juga memakai masker seperti apa yang dianjurkan Pemerintah,” ujar Suardi. (Syafrigon)

 

 172 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed