by

Pelaku Pasar Berharap Riset LSI Denny JA Jadi Acuan Pemerintah untuk Membuka Kembali Perekonomian

Pedagang pasar KBN, Cilincing, Jakarta Utara

 

JAKARTA, Deteksionline.com- Koperasi Pedagang  Tradisional Sejahterah (Koppetras) mendukung riset yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA untuk bekerja kembali pada Juni 2020.

“Kami pedagang sangat mengharapkan pasar-pasar dibuka kembali dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan,” ujar  Indrayeni SH,Ketua Umum Koperasi Pedagang Tradisional Sejahtera (Koppetras) kepada Deteksionline, Kamis (21/5/2020).

Sejak dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Maret 2020 lalu,  kemudian diperpanjang sampai 22 Mei 2020, dan kembali diperpanjang hingga 2 Juni 2020, seluruh pedagang sudah sangat menderita, karena tak ada pemasukan sama sekali.

“Riset yang dilakukan LSI Denny JA adalah angin segar. Kami sangat berharap kita dapat bekerja kembali, Kita juga ingin ada keseimbangan antra kesehatan dan perekonomian,” ujar Indrayeni.

Menurut Indrayeni, covid-19 sangat berdampak luas, terutama bagi anggota  Koppetras yang tersebar di mana-mana. Mereka (para pedagang), tidak bisa lagi berdagang karena dagangan mereka kebanyakan tidak termasuk kriteria yang diperbolehkan sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 Pasal 10 ayat (1) Huruf d. “Juni, saat tepat untuk kembali bekerja. Kami juga mengerti protokoler kesehatan,” ujar Ferry Andrian,seorang pedagang.

Dukungan terhadap riset Denny JA jug datang dari Kelompok Pedagang Pasar KBN, Cilincing, Jakarta Utara. Miris sekali pusat komersial yang strategis ini sekarang seperti tak berpenghuni.

“Sebaiknya riset LSI Denny JA ini bisa menjadi acuan buat pemerintah untuk membuka kembali perekononiam masyarakat. Kami sudah rindu bekerja,” ujarnya.

Bila pasar telah dibuka, katanya,  ada pengunjung yang datang. “pengunjung adalah harapan kami untuk dapat menjual barang,” kata Ferry.

Sementara para pedagang pasar Pademangan Timur Area 13, khusus pedagang fashion shoes, emas asesoris hijab muslim dan lain lain, malah berharap bisa buka pada bulan puasa ini.

“Jika ada riset yang menyebut Bulan Juni saat tepat untuk kembali bekerja, ya kami sangat mendukung. Ini berarti ada harapan perekonomian kami tumbuh kembali,” ujar Ir Alfia Yofnelfi didampingi isterinya Esy Hartati, yang juga anggota Koppas.

Alfia dan isteri

“Ya kami tunggu saja mana tahu riset tersebut benar-benar menjadi acuan pemerintah untuk membuka kembali perekonian,” tambah Alfia.

Seperti diketahui LSI Denny JA melakukan riset dengan mengolah data dari berbagai sumber terkait tren kasus COVID-19 di sejumlah negara, termasuk Indonesia. LSI Denny JA memprediksi Indonesia akan mengalami kondisi normal pada Juni 2020, asalkan tetap mematuhi protokol pencegahan COVID-19.

Riset ini berbeda dengan riset LSI Denny JA sebelumnya yang merupakan survei opini publik, melainkan riset ini bertujuan mengolah data sekunder. LSI Denny JA membaca tren data dunia dan Indonesia atas kasus Corona.

Tujuan dari riset ini ingin menjawab apakah dan kapankah puncak pandemi terlampaui, bisakah kita prediksi kapan pandemik berakhir. Adapun dari pertanyaan itu diolah LSI Denny JA dari 3 sumber data dan informasi, yakni Worldometer data dunia virus Corona, Singapore University of Technology and Design, dan berbagai hasil riset lainnya.

Negara Indonesia termasuk negara menengah (Kategori B) dari sisi kecepatan menyelesaikan kasus virus Corona untuk mencapai level 99% tuntas. Tercapainya level 99% itu untuk kasus Indonesia diperkirakan di bulan Juni 2020,” tulis LSI Denny JA dalam keterangannya, Rabu (29/4/2020).

Hal itu karena, saat Corona mulai merebak di seluruh dunia, masyarakat sudah mulai menggalangkan protokol kesehatan COVID-19, di antaranya social distancing, memakai masker, hingga mencuci tangan. Data dari worldometer menunjukkan, protokol kesehatan itu efektif bekerja bagi rata-rata penduduk dunia. (syaf/dra)

 

 363 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed