by

Polisi Lakukan Penyidikan Kasus Tanah di Cakung

JAKARTA, Deteksionline.com- Polisi masih terus melakukan penyidikan kasus tindak pidana pemalsuan atau menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik, seperti yang dituduhkan kepada Benny Simon Tabalujan (dh. PT. SV), dan Achmad Djufri.

Kasus ini atas laporan  H. Abdul Halim dengan laporan polisi nomor: LP/5471/X/2018/PMJ/Ditreskrim, tanggal 10 Oktober 2018.

Penyidik dari Satuan Serse Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah memanggil terlapor. Rencananya,  pemanggilan akan dilakukan lagi untuk yang kedua kalinya.

Jika tidak datang lagi, sesuai dengan ketentuan, maka tidak mustahil akan dilakukan penjemputan paksa. Dan untuk Benny Simon Tabalujan yang tinggal di Australia akan di buat Red Notice dengan Interpol.

“Kami sudah menangani kasusnya yang dilaporkan sejak tahun 2018,” kata Kasubdit Harda Dit Reskrimum Polda Metro Jaya Kompol M Gafur kepada wartawan, Rabu (20/5/2020).

Menurut Gafur, semuanya juga sudah ia jelaskan kepada pengacara pelapor. Dan sudah sangat dipahami, dari mulai proses penyidikan sampai pada nanti akan dilakukan pelimpahan berkas ke kejaksaan.

“Kalau ternyata terlapor juga melakukan proses perdata dan ke Mahkamah Agung, bukan menjadi wewenang kami. Kami hanya menangani kasus pidananya,” kata Gafur.

Gafur pun kembali menjelaskan, bahwa polisi hanya menangani kasus pidananya. Sedang perdatanya, polisi tidak menangani karena bukan wewenang.

Seperti diberitakan persoalannya sendiri adalah perebutan lahan antara pelapor dan terlapor atas sebidang tanah seluas 52649 M2, di Kampung Baru RT09/08, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung Kota, Jakarta Timur.

Entah ada hal apa, pihak terlapor memenangkan perkara perdata, seperti dipenghujung keputusan Mahkamah Agung (MA), pihak pelapor kalah dalam berperkara. (dra)

 

 143 total views,  2 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed