by

Abdul Hamid Rahayaan : Ada Beberapa Menteri yang Tidak Punya Kapasitas Dalam Menjalankan Tugasnya

Foto // Abdul Hamid Rahayaan

JAKARTA,deteksionline.com-Abdul Hamid Rahayaan, Penasehat pribadi Ketua Umum PBNU menuding ada anggota Kabinet Presiden Jokowi yang tidak profesional dalam mengambil kebijakan mengatasi pandemi Corona yang sedang melanda Indonesia.

Menurut Abdul Hamid, ada beberapa Menteri yang tidak memiliki kapasitas di bidangnya seperti, MENKOPOLHUKAM, Menteri BUMN, Menko Perekonomian dan kepala BKPM perlu direshuffle karena tidak memiliki kapasitas dalam menjalankan tugasnya.

” Ada beberapa Menteri yang tidak memiliki kapasitas dibidangnya seperti, Menko Polhukam, Menteri BUMN, Menko Perekonomian dan Kepala BKPM, mereka itu perlu direshuffle”, ungkapnya, Selasa (28/4).

Walaupun Reshuffle itu Hak Progratif Bapak Presiden Jokowi tentunya dalam kabinet Indonesia maju agar tidak terjadi dampak buruk pandemi virus corona terhadap kesehatan, ekonomi, dan keamanan nasional.

” Saya optimis bila dilakukan reshuffle kabinet dengan memilih orang yang profesional dibidangnya, maka akan timbul kepercayaan masyarakat terhadap para pemimpinnya dapat mengatasi masalah pandemi virus Corona dan ekonomi”, terang Abdul Hamid.

Ia menambahkan, ada sebagian  Menteri yang tidak layak untuk membantu Presiden dalam mengatasi masalah yang sedang melanda bangsa ini yaitu pandemi virus corona.

“Dampak pandemi virus corona terhadap ekonomi nasional akan sangat buruk bila sektor ekonomi tidak di pegang oleh orang yang profesional karena bila pemerintah tidak bisa menyelamatkan ekonomi, maka akan terjadi krisis dan akan berdampak terhadap politik dan keamanan,” tegas Abdul Hamid kembali.

Masih menurut Abdul Hamid, ekonomi harus dikelola dengan baik, sebab bila ekonomi ambruk dan rakyat kelaparan maka bisa terjadi hal yang tidak diinginkan. Kita perlu belajar dari masa lalu, di mana  kejatuhan penguasa juga karena faktor ekonomi, seperti Bungkarno  jatuh karena ekonomi, Suharto jatuh juga karena ekonomi juga.

” Dua pemimpin Indonesia terdahulu jatuh karena ekonomi, jadi ekonomi mesti dikelola dengan baik”, katanya.

Abdul Hamid berharap,pemerintah  melindungi kesehatan,dan keselamatan warga negara, pemerintah juga harus menjaga fundamental ekonomi nasional karena dua hal ini tidak bisa dipisahkan.

“Negara akan ambruk bila ekonomi ambruk dan bila rakyat lapar maka kemungkinan situasi terburuk bisa terjadi bila hal ini tidak diantisipasi.Kalau dibiarkan mungkin akan terjadi kerusuhan masal,” tegas Abdul Hamidn di Jakarta, Selasa (28/4).

Abdul Hamid juga mengapresiasi Pemerintah yang memberikan stimulus ekonomi 405 triliun, tapi dalam mengalokasikan anggaran  harus mengacu pada prinsip keadilan, jangan seperti pembagian bansos saat ini yang tidak merata. Karena kalau tidak merata akan menimbulkan kecemburuan sosial dan akan jadi sumber konflik baru..(tim)

1,040 total views, 1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed