Desa Satria Mekar, Bekasi Bentuk Relawan Covid-19.

  • Share

BEKASI, deteksionline.com-Rapat pembentukan relawan antisipasi penyebaran wabah virus Covid-19 Minggu (05/04/2020) digelar di Kantor RW Griya Kota Tambun Utara, Bekasi.

Rapat dihadiri Ketua RW se Satria Mekar Kecuali Ketua RW 12 Syamsuri. Selain Ketua RW hadir pula Ketua BPD, MUI Tambun Utara M.Syafei, Kades Satria Mekar, Babinsa dan Bimaspol.

Ketua RW Darmawangsa Desa Satria Mekar Bekasi, Fauzi mengungkapkan bahwa sudah ada 4 orang warganya berstatus ODP (Orang dalam pengawasan) dan 16 orang OTG (orang tanpa gejala) yang ditetapkan statusnya oleh Puskesmas terkait wabah Covid-19.

“Oleh karenanya saya sangat setuju dengan pembentukan relawan antisipasi Covid-19 di Desa Satria Mekar ini walaupun terbilang terlambat,” kata Darmawangsa.

Sementara Amben Kepala Desa Satria Mekar, setiap petugas yang nanti dilantik harus responsif terhadap kejadian sekecil apapun terkait Covid-19 yang terjadi di Satria Mekar.

“Namun perlu diketahui bahwa anggaran untuk satgas antisipasi Covid-19 ini belum turun dan kordinator relawan Izul hanya menganggarkan Rp:60.000,000,- untuk operasional relawan Covid-19 ini,” kata Amben.

Berikut susunan keanggotaan Relawan Siaga Covid-19 Desa Satria Mekar diketuai oleh Kepala Desa Satria Mekar Amben, Wakil Ketua Subur Dedi Sutisna, Sekretaris Komsin Supriyatna dan Anggotanya terdiri dari Kadus 1,2 dan 3, Ketua RW 05,06,09,10,11 dan 14, Bidan Desa, Staf Desa, BPD dan tokoh agama M.Syafei.

Berdasarkan laporan para Ketua Rw di Desa Satria Mekar, Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Wabah Covid-19 ini sudah sangat membuat masyarakat gelisah dan panik, rasa takut yang berlebihan membuat masyarakat apriori, takut menolong tetangganya bahkan saudaranya saat mengalami gangguan kesehatan, padahal belum tentu orang tersebut terkena Covid-19.

Rasa takut berlebihan (paranoid) pada masyarakat terhadap wabah Covid-19 ini disebabkan informasi Covid-19 yang begitu bebas disebarkan oleh siapa saja dan dimana saja tanpa kompetensi dibidang kesehatan.

Sementara itu, Aiptu Yudi Binmaspol Satria Mekar menyampaikan, relawan tidak boleh menyentuh korban Covid-19, ini ketentuan dari pemerintah.

“relawan harus segera menghubungi Puskesmas apabila ada warga yang terindikasi virus Covid-19”,ujarnya.

Sedangkan Ketua MUI Tambun Utara M.Syafei S.Pd,I menyampaikan, “Sesuai ma’lumat MUI Kabupaten Bekasi, Shalat Jum’at untuk sementara waktu ditunda, Shalat fardu berjama’ah di Masjid boleh dilakukan dengan catatan setiap masjid menyediakan hand sanitazer atau sabun, ini sebagai ikhtiar kita sebagai Muslim menghindari penularan Covid-19, tapi kita tak boleh berlebihan dalam menghadapi wabah ini, tetaplah tawakal kepada Allah dan tetaplah beribadah dirumah masing-masing hingga wabah ini mereda,” ungkapnya..(rukmana)

 2,994 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *