by

Melliana : Saya Dibohongi, Hasim Berkhianat

JAKARTA, deteksionline.com-Melliana Susilo (51) tak didapat menyembunyikan mimik kekecewannya saat menceritakan perjalanan hidupnya kepada wartawan, Sabtu (4/4/2020).

Suami yang dicintainya, Hasim Sukamto, justru ‘berkhianat’ dengan cara memalsukan tanda tangannya dan keterangan palsu ke dalam Akta Otentik untuk memproses kucuran kredit dari bank.

“Saya dibohongi, dia (Hasim Sukamto) berkhianat,” ucapnya lirih.

Ibu rumahtangga warga Sunter, Jakarta Utara itupun akhirnya melapor ke polisi. Ujungnya, Hasim ditangkap. Kini sudah menjadi terdakwa, kendati statusnya tahanan kota.

Melliana Susilo menyeret suaminya, Hasim Sukamto ke Pengadilan lantaran telah memalsukan dan atau membuat keterangan palsu kedalam Akta Otentik untuk mendapatkan kucuran kredit dari Bank CIMB Niaga senilai Rp23 miliar.

Perkaranya tengah disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dipimpin Hakim Ketua Dyuyamto.

Persidangan terdakwa Hasim telah digelar dengan agenda dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa (31/3/2020). Jaksa penuntut umum (JPU)-nya Iqram Syahputra.

Anehnya, Melliana mengaku tidak diberikan kabar soal adanya persidangan tersebut. “Baik pengadilan ataupun jaksa tidak memberikan kabar,” ucap Melliana.

“Saya justru tau ada persidangan kasus ini dari wartawan. Kalau tidak ada wartawan, mungkin saya tidak tau adanya persidangan ini,” sambungnya.

Informasi yang diperoleh Breakingnews.co.id dari sumber menyebutkan, perkara dengan terdakwa Hasim baru kali pertama digelar setelah dua kali persidangan yang telah diagendakan, batal dilaksanakan akibat ketidakhadiran terdakwa. Padahal, saat ini terdakwa berstatus tahanan kota.

Saat sidang digelar, ketua majelis hakim Djuyamto, pun sempat menyindir JPU soal (status tahanan kota terdakwa) ini. “Terdakwa statusnya kan tahanan kota, ya,” tanya majelis kepada JPU Iqram.

“Sidang berikutnya terdakwa supaya bisa dihadirkan lebih awal supaya lebih cepat,” sambung Djuyamto sambil menolehkan arah mukanya ke kursi terdakwa.

Mengenakan kemeja motif batik merah dengan balutan masker yang menutupi wajahnya, terdakwa Hasim dengan seksama mendengarkan apa yang disampaikan majelis hakim.

Saat membacakan dakwaannya JPU menyatakan terdakwa telah mengagunkan harta bersama berupa Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 7317/Sunter Agung dan SHGB Nomor 883/Sungai Bambu sebagai jaminan di Bank CIMB Niaga Niaga cabang Mangga Dua Square, Jakarta Utara, untuk mendapatkan kucuran kredit senilai Rp23 miliar atas nama PT Hasdi Mustika Utama yang bergerak di bisnis playwood.

Atas permohonan terdakwa, pihak Bank CIMB Niaga Niaga lalu menunjuk kantor Notaris Ahmad Bajuni, SH untuk melakukan proses pemeriksaan dan keabsahan dokumen pendukung lainnya berupa surat kuasa membebankan hak tanggungan akta jaminan Fiducia dan akta kuasa membebankan hak tanggungan yang seolah-olah telah mendapat persetujuan dari saksi Melliana Susilo selaku istri terdakwa. “Sebagai istri saya dibohongi. Tandatangan saya dipalsukan karena saya tidak hadir di notaris,” tegas Melliana yang mengaku ada pihak ketiga yang sengaja merusak biduk rumah tangganya.

Penasihat hukum terdakwa Hendri, SH yang dimintai tanggapannya menolak memberikan komentar. “Ke kawan saya saja ya, sorry, sorry,” elaknya lalu melangkah menjauhi breakingnews.co.id.

Persidangan kasus tersebut akan dilanjutkan pada 14 April 2020.

174 total views, 3 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed