by

Basarnas Mentawai Monitor 24 Jam Bantu Cegah Corona

MENTAWAI, deteksionline.com- Akmal, Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan,  Basarnas Kab. Kep. Mentawai – Propinsi Sumatera Barat, tetap monitoring informasi 24 jam stanbay, di Kep. Mentawai.
Dalam  bercincang-bincang dengan awak media Deteksionline.com di ruang kerjanya tangal 2 April 2020 di Km.9 kecamatan Sipora Utara, Kap.
Mentawai, dia mengatakab
ada tujuh hal yang perlu di lakukan oleh masayakat umumnya dan khususnya masyarakat di Kepulauan Mentawai, untuk menghambat atau menghentikan total akan penyebaran Covid 19.
Di antaranya yang pertama harus mengikuti imbauan pemerintahan,  jangan berkumpul ramai-ramai, pertama penyemprotan disinfektan , khusus untuk benda – bendar, mati  seperti ruangan pintu- pintu rumah dan kantor yang sering dipegang oleh banyak orang, atau juga dirumah kita sendriri.
Keduanya penyemprotan untuk  manusia yaitu Antiseptik, yang terdiri dari bahan Densol dan dicampaur dengan haruman starikan, dan lainnya.
Hand Sanitizer atau cuci tangan pakai sabun, pakai Masker yang standar, penutup mulut dan hidung, berjemur di sinar matahari jam 10 atau 11 wib, selama lima belas menit, dan menjaga  jarak minimal satu meter atau lebih, dan ketujuhnya masyarakat patuhi ayarat tetap dirumah sesuai himbauan pemerintah Kab. Kep. Mentawai, agar terhidar kita dalam hal-hal yang kita tidak inginkan.
Banyak di sorot masyarakat rersoalan penyemprotan.
“Memang ada ketidak pahaman terhadap jenis penyemprotan   nama   jenis semprotan, tentang  yang dipakai sprot untuk benda mati adalah disinfektan sedangkan untuk semprotan kepada manusia adalah  antiseptik berbeda jenis kimiahnya, sehingga kita sosialisasikan kepada masyarakat, perbedaan tersebut , disinspektan untuk mematikan di benda mati, sedangkan Antiseptik mematikan virus yang ada di tubuh manusia, agar mencegah bahayanya Corona, yang bisa saja lengket di meja kursi sofa pintu kakantor dan lain-lain,” ujar Akmal.
Saat  ini, katanya, di stop masyarakat  untuk pergi jauh-jauh dan berkumpul ramai termasuk tempat ibadah untuk 14 hari kedepan dan sudah mulai berjalan waktu.
“Untuk dilaksanakan oleh masyarakat khusus di kep.Mentawai, dan bukan saja hanya di daerah terluar ini, juga daerah kab. Lain kebijakan  pemerintahan daerah kep. Mentawai dengan tujuan agar terhindar oleh virus yang mematikan itu dan untuk kewaspadaan, tentu kita tidak terlepas dalam doa berlindung kepada yang maha yang Kuasa,” sebut Akmal kepada Deteksi online.com, ( T. Telaumbanua, S.IP. (delau)

 336 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed