by

Pengacara Alvin Lim Buat Kejutan, Laporkan Hakim ke Polisi

TANGERANG, deteksionline.com-Alvin Lim, pengacara yang dikenal vokal dan tergolong nekat ini, Selasa (31/3/2020) kembali membuat kejutan.

Kali ini, dia melaporkan seorang oknum hakim, yang diduga menyalahi wewenang ketika menyidangkan kasus terdakwa DW ke SPK Polda Metro Jaya.Dalam dunia hukum, laporan Pasal 421 sangat jarang digunakan dan jarang pula pengacara berani menggunakan pasal ini untuk mempidanakan aparat penegak hukum lainnya. LQ Indonesia Lawfirm memang dikenal sering membuat gebrakan dan tidak gentar membela keadilan walau yang dilawan adalah aparat penegak hukum lainnya.

Laporan yang dilakukan oleh pengacara dari LQ Indonesia Lawfirm itu tercatat dengan Laporan Polisi No: LP / 2065 / III / YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 31 Maret 2020.

Dugaan penyalagunaan wewenang sebagai hakim itu  dalam sidang perkara 454/PidB/2019/ PN Tang.

Kepada wartawan Alvin menceritakan ihwal kasusnya yang terjadi saat digelar persidangan dengan teleconfrence di Pengadilan Negeri Tangerang. DW yang menjadi terdakwa dalam sidang itu menyampaikan ungkapan kepada majelis hakim bahwa dirinya tengah mengalami sakit hypertensi kronis.

Kepada Majelis Hakim, penasihat hukum Alvin Lim menyarankan agar kliennya tersebut dibawa ke dokter untuk memastikan kesehatannya.

“Terdakwa bilang sakit dan diperiksa dokter rutan tensi 170/100, kami keberatan sidang dilanjutkan karena kondisi terdakwa dalam keadaan sakit. Kami minta agar DW dibawa ke dokter, tapi hakim MI malah berlagak kayak dokter, bilang ‘minum Amlodipine saja’. Memangnya Hakim Ketua punya ijin praktek dokter? Karena Amlodipine itu masuk golongan obat keras jadi harus dengan resep dokter,” ujar Alvin Lim.

Mestinya, kata Alvin, sebagai wakil Tuhan, hakim memiliki tanggung jawab besar. Nyawa manusia masa diabaikan.

“Padahal, sebelumnya penasihat hukum terdakwa sudah memberikan riwayat kesehatan kliennya lengkap hasil lab dan resume medis dokter yang menyatakan bahwa DW ada sakit hypertensi kronis,” tambah Tandry Laksana, Advokat LQ Indonesia Lawfirm.

Alvin Lim berharap semua aparat penegak hukum tidak boleh menegakkan proses hukum dengan cara-cara melawan hukum. “Hormati hak asasi manusia, karena terdakwa belum tentu bersalah. Buktinya belum lama ada empat terdakwa judi online yang kami tangani, dibebaskan oleh Majelis Hakim PN Jakarta Utara,” bebernya.

Ia berharap terhadap kasus yang sedang ditanganinya asas praduga tak bersalah dikedepankan. “Apalagi kasus DW ini adalah kasus perdata yang diplintir,” ucap Alvin.

Menurutnya, DW adalah korban penipuan yang dipidanakan oleh PT Menjangan Sakti sebagai pelapor. “Ada apa gerangan hakim kok ngotot menyidangkan terdakwa yang baru keluar penetapn dan masih lama masa penahanan hingga di masa virus Corona dipaksa sidang dua kali dalam seminggu? Apakah ada konflik kepentingan atau pesan sponsor dari pelapor?” ujarnya dengan heran.

Seharusnya, lanjut Alvin, hakim menjalankan profesinya secara profesional sesuai kode etik yang ada dan wajib adil dan netral. (tim)

 

 

118 total views, 1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed