by

Anggota DPR RI Wenny Haryanto Mendesak Untuk Tangkap Penimbun Barang

Foto // Dra Wenny Haryanto SH

JAKARTA, deteksionline.com- Wenny Haryanto, Anggota DPR RI Fraksi Golkar mendesak pihak Kepolisian bekerja lebih keras untuk menangkap para penimbun barang, terutama kebutuhan alat kesehatan berupa masker, hand sanitizer yang saat-saat ini dirasakan langka dan menjadi sangat mahal harganya, dan juga para penimbun sembako yang menyebabkan rakyat jadi kesusahan membelinya.

” Saya meminta kepada pihak Kepolisian untuk menangkap para penimbun barang disaat warga membutuhkan seperti penimbun masker, hand sanitizer yang saat ini sudah sangat langka, begitu juga dengan penimbun sembako, yang harganya sudah mulai merangkak naik”, ujarnya kepada Deteksi Online, Jum’at ( 27/3/2020).

Wenny melanjutkan, aturan hukumnya sudah jelas, yakni Pasal 107 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, yang menyebutkan,

“Pelaku usaha yang menyimpan Barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan Barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalulintas Perdagangan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama lima (5) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)”, terangnya sambil membacakan aturan hukumnya.

Selain itu, Wenny berharap Sebagai anggota Komisi IX yang bertanggung- jawab di bidang kesehatan, Pemerintah Pusat dan Daerah harus segera membanjiri pasar dengan berbagai alat perlindungan kesehatan dan juga termasuk sembako agar rakyat tetap sehat dan kuat.

“Saya kira Pemerintah pasti paham, mungkin bisa meminta semua industri tekstil dan industri lainnya mengalihkan sebagian mesin produksinya untuk memproduksi sendiri hazmat suit, masker, google glass, dan lain-lainnya serta membanjiri pasar dengan berbagai alat perlindungan kesehatan dan juga sembako”, tutupnya…(budi setiawan)

199 total views, 1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed