by

Zani : Tidak Benar Saya Menerima Fee Hasil Penjualan Tanah Desa

Foto atas // Surat Fatwa KPH Belantu Mendanau Belitung

BELITUNG, deteksionline.com- Zani mantan Kepala Desa (Kades) Lasar Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung menjelaskan bahwa tidak pernah menerima fee sejumlah Rp 50.000.000,- hasil dari penjualan Tanah Desa di Desa Lasar Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung, Selasa (24/3/2020).

” Tidak benar itu, saya tidak ada menerima fee sejumlah yang dituduhkan, saya Delapan Tahun menjadi Kades Lasar, beginilah Rumah saya ( sambil memperlihatkan rumahnya yang tidak permanen), walau itu bukan dana Pemerintah, namun saya tidak mau menerima dana semacam itu”, jelas Zani saat ditemui dirumahnya di Desa Lasar.

Zani menambahkan, Tanah Desa seluas 248 hektar yang terjual dengan harga 3,5 Miliar di Dusun Ulim, Desa Lasar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung itu semua ada pemiliknya, itu sudah masuk Tanah warga Dusun Ulim, sudah ada bukti kepemilikan dan hasil penjualannya sudah diterima oleh masing-masing pemilik.

” Hasil penjualan Tanah itu sudah di terima oleh warga Dusun Ulim Desa Lasar sesuai pemilik Tanah masing-masing dan mereka ada bukti kepemilikan”, ungkapnya.

Foto // Mukti Maharip Ketua Adat Masyarakat Belitung

Ia melanjutkan, lokasi Tanah itu tidak masuk dalam Kawasan Hutan dan ada Fatwa yang dikeluarkan oleh KPH Belantu Mendanau Belitung.

” Lokasi Tanah itu tidak masuk dalam Kawasan Hutan, ada fatwa dari KPH Belantu Mendanau Belitung yang kami terima “, terang Zani.

Pengakuan Zani dibenarkan oleh Mukti Maharip Tokoh masyarakat Desa Lasar dan juga merangkap sebagai Ketua Adat Masyarakat Kabupaten Belitung.

Menurut Mukti, Tanah yang terjual atas nama warga Dusun Ulim di Desa Lasar itu memang merupakan Tanah milik warga Dusun Ulim Desa Lasar dan tidak masuk dalam Kawasan Hutan dan juga nantinya dilokasi itu nantinya akan dibangun fasilitas Pariwisata.

” Tanah yang terjual kepada Pengusaha asal Kalimantan itu milik warga Dusun Ulim Desa Lasar, tidak masuk didalam Kawasan Hutan. Nantinya dilokasi itu akan dibangun berbagai fasilitas Pariwisata yang akan menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Belitung”, katanya, saat dikomfirmasi disebuah Warkop di Tanjungpandan Belitung, Selasa (24/3).

Sementara itu KPH Belantu Mendanau Belitung Yuli Amaldi juga membenarkan sudah memberikan Fatwa terkait status tanah di Dusun Ulim Desa Lasar Kecamatan Belitung yang dipermasalahkan tersebut.

“Kalau dari advist kita tidak ada masalah dan selama hal itu tidak merubah aturan”, ungkap Yuli melalui pesan Whats App, Senin (23/3/2020)..(kandar)

 410 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed