by

Terbitnya IUP Ekplorasi Milik PT CMBP di Desa Perpat Membalong Belitung Dipertanyakan

BELITUNG, deteksionline.com-Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Nomor: 188.4/394/ESDM/DPMPTSP/2019, Tentang pemberian izin Usaha pertambangan eksplorasi komoditas mineral bukan logam dan batuan (Jenis tanah liat) kepada PT Cahaya Mandiri Bangunan Persada (PT. CMBP) di Desa Perpat Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung, di duga ada Kejanggalan, dari Empat (4) IUP yang sudah terbit.

Keputusan  Nomor: 188.4/394/ESDM/DPMPTSP/2019 yang di tetapkan di Pangkalpinang tertanggal 22 April 2019 dan di tandatangani oleh Kepala  Dinas Penananam Modal  dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Feryanis, S.Sos,. M.Si atas nama Gubernur Provinsi  Kepulauan Bangka Belitung terdapat kejanggalan.

Kejanggalan terkait tembusan, Dari 14 poin tembusan, pada poin ke 8, tertulis kepada Bupati Belitung Timur (Manggar), Sedangkan lokasi IUP jelas-jelas menyebutkan berlokasi di Desa Perpat, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, namun tembusan surat keputusan IUP PT CMBP justru ke Bupati Belitung Timur (Manggar).

Menyikapi IUP ekplorasi komoditas mineral bukan logam dan batuan (jenis tanah liat) milik PT CMBP di wilayah Desa Perpat menjadi pertanyaan Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan masyarakat setempat.

Sukri mengatakan sebagai Kepala Desa (Kades) ketika dihubungi awak media melalui telepon seluler, Jumat (20/03/20) Malam.

Dirinya merasa heran lantaran tidak pernah dilibatkan dalam persoalan ini, Padahal lokasi keberadaan IUP tersebut jelas-jelas berada di Desa Perpat.

“Untuk mendapatkan IUP tentunya harus ada sosialisasi kepada masyarakat, terkait dampak lingkungan yang diketahui oleh Desa, bahkan di areal IUP tersebut ada juga lahan masyarakat yang hingga kini tidak ada kejelasan yang pasti,” Ujar Sukri.

Sementara itu Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman ketika dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (20/03/2020) malam terkait adanya kejanggalan dalam surat keputusan tersebut dengan singkat menjawab silahkan tanya ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Sampai berita ini di terbitkan Ombudsman RI belum menjawab Confirmasi Awak Media Melalui Pesan WhatsApp, tekait dugaan Maladmistrasi penerbitan IUP tersebut. (tim)

311 total views, 1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed