ZN Mantan Kades Lasar Membalong Belitung Diduga Ikut Kecipratan Fee Hasil Penjualan Tanah Desa

  • Share

Foto // Ilustrasi

BELITUNG, deteksionline.com–ZN mantan Kepala Desa Lasar Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung diduga ikut kecipratan fee penjualan tanah  Tanah Desa seluas 248 hektar yang terjual dengan harga 3,5 Miliar di Dusun Ulim, Desa Lasar, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.

Kabar bahwa ZN diduga menerima fee dari hasil penjualan tanah itu didapat dari Mardiansyah Kadus Ulim saat ditemui Deteksi Online, Senin ( 16/3/2020).
, Mardiansyah menerangkan bahwa penjualan lahan tersebut melalui pihak ketiga yang mana kita tidak tahu bahwa tanah tersebut terjual 3 Miliar. Intinya seluruh masyarakat Dusun Ulim sudah kita bagi rata dan Mantan Kades Lassar ZN kebagian juga“, Terang Kadus Ulim.

Mardiansyah menambahkan , penjualan tanah seluas 248 Hektar itu dengan harga Rp10 juta per hektarnya. Itupun sudah melalui rapat sebanyak 3 kali didusun Ulim untuk mendapatkan persetujuan dari masyarakat, khususnya masyarakat Dusun Ulim yang ada di Dua RT.

” Sudah kita rapatkan sebanyak 3 kali dan sudah mendapat persetujuan masyarakat”, terangnya.

Sementara itu Safyudin Sekretaris Desa Lasar saat ditemui dikantornya mengetahui soal kabar tersebut.

“Kita tidak tahu terkait penjualan tanah Dusun Ulim tersebut.”ujarnya singkat.

Namun saat disinggung mengenai Arsip untuk pembuatan SKT tersebut, Safyudin mengatakan arsip tersebut tidak ada di Kantor Desa Lasar .

Saat itu Safyudin mencoba menghubungi PJ Kades Lasar Zaniar yang kebetulan tidak berada dikantor, selang beberapa menit kemudian seusai Sekdes Lassar berkomunikasi dengan PJ.Kades Via Telepon Seluler, PJS Kades Lasar mengarahkan Deteksi Online untuk konfirmasi langsung ke mantan Kades ZN, Senin (16/3/2020).

Mantan ZN Kades Lasar ketika dikonfirmasi kembali via pesan WhastApp mengenai dugaan kecipratan fee dari hasil penjualan tanah Desa itu meminta Deteksi Online untuk komfirmasi kerumahnya.

” Kalau ada waktu saya mohon datang saja kerumah saya , karena saya tidak dapat menjelaskan kalau cuma lewat telpon”, jelas ZN, Rabu (18/3).

ZN menginformasikan juga bahwa hani ini, Rabu (28/3) sudah berjanji dengan media lain terkait hal itu.

” Saya ada dirumah karena ada beberapa dari Media mau konfirmasi datang kerumah saya, demikian Pak mohon maaf sebelumnya….”, katanya.

Sedangkan pihak perantara (Broker) Jahari membenarkan tanah seluas 248 hektar terletak di wilayah Dusun Ulim, sejak pertengahan bulan Desember 2019 telah dijual melibatkan masyarakat yang berada di Dusun tersebut.

Lahan tersebut sudah dikeluarkan surat keterangan tanah (SKT) oleh Kades dan Camat. Surat Keterangan Tanah (SKT) tersebut sudah dibuat, seolah-olah warga sebagai pemiliknya..(kandar)

 937 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *