DPD KAI Jatim Gelar UKD Profesi Advokat

  • Share

SIDOARJO, deteksionline.com – Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (DPD KAI) Provinsi Jawa Timur, yang dipimpin Adv. Roni Wahyono SH MH, dan Adv. M. Naziri SH MH sebagai Sekretaris DPD KAI, menggelar Ujian Kompetensi Dasar Profesi Advokat (UKDPA) .

Hanya dalam kurun waktu tidak lebih dari 2 bulan, DPD KAI Provinsi Jawa Timur kembali menakar kompetensi calon Advokat setelah sebelumnya digelar di Fakultas Hukum Universitas Merdeka Surabaya pada 07-08 Desember 2019.

“Hal ini selain karena didorong begitu besarnya animo dari calon Advokat, juga semakin membuktikan Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia Provinsi Jawa Timur masih menjadi pilihan dalam menaruh kepercayaan masyarakat yang ingin berkiprah dalam dunia advokasi,” terang Roni Rabu, (4/3/20).

Roni menjelaskan, bertempat di Edotel Sidoarjo, pada Sabtu 29 Februari 2020, kegiatan diawali dengan pelaksanaan Try Out, dimana peserta yang berjumlah 24 orang yang lolos seleksi administrasi dari keseluruhan peserta yang mendaftar mencapai 45 orang diberikan pembekalan untuk menghadapi Ujian Kompetensi Dasar Profesi Advokat (UKDPA).

Keesokan harinya, ujian untuk menakar kompetensi calon Advokat dilaksanakan,dengan dihadiri dan disaksikan langsung Dewan Penasehat DPD KAI, Adv. Gatot Sapta Heriyawanto SE SH Mkn, serta Moh Lukito Prabowo, yang mendampingi di Bidang Pendidikan.

“Kegiatan ini selain sebagai bentuk manifestasi salah satu program kerja DPD KAI Provinsi Jawa Timur, juga dalam rangka melakukan proses Kaderisasi dan rekruitmen calon Advokat sesuai dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat,” Jelas Ketua DPD KAI Jawa Timur.

Selain verifikasi persyaratan administratif guna memenuhi ketentuan dalam Pasal 3 Undang-Undang No. 18 Tahun 2018, seleksi juga dirasakan cukup menguras energi para peserta karena setelah 2 jam mereka harus berjibaku dengan test tulis, peserta masih harus melewati test interview/ wawancara.

Dikatakan Roni, salah satunya Adv. Amel dan Adv. Suyatman. “Mereka berucap memang terasa sangat melelahkan. Namun, ada pengalaman baru yang luar biasa dan akhirnya rasa lelah itu terlunaskan ketika semuanya bisa terlewati,” terangnya.

“Yang menarik bagi peserta adalah test wawancara. Sehingga, ujian ini lebih obyektif dan lebih dalam menilai kompetensi calon Advokat karena adanya ruang dialog antara penguji dan peserta-peserta lainnya,” imbuh Roni.

ketua pelaksana Adv Misno Arul Irwansyah SH, MH menambahkan, keinginan calon advokat untuk mengikuti ujian di wilayah Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia begitu tinggi. Sehingga, pihaknya harus kembali membuka ruang kelas untuk mengakomodir keinginan masyarakat.

“Memang, kami ingin dari rahim Kongres Advokat Indonesia, nantinya akan lahir Advokat-advokat yang tidak hanya handal dalam melaksanakan profesi, namun juga punya moralitas tinggi,” tuturnya…(nug)

 5,673 total views,  5 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *