Warga Temukan Gerduh Kecil Mirip Jamur Didalam Air Mineral Kemasan Gelas Merk Viz

  • Share

PANGKALPINANG, deteksionline.com – Air minuman kemasan merk Viz yang diproduksi di wilayah kelurahan Air Mawar Kecamatan Bukit Intan  kota Pangkalpinang diduga tidak layak lagi untuk di kosumsi atau diminum.

Sejumlah konsumen yang membeli air minuman kemasan Viz  gelas plastik di warung menemukan kotoran berupa gerduh kecil mirip jamur yang mengambang didalam air tersebut.

Salah satunya Ronal (29) warga Lontong Pancur Kecamatan Pangkal balam Kota Pangkalpinang, merasa dirugikan dengan kemasan air minersl Viz setelah membeli air minum tersebut.

Ronal mengaku sakit perut dan terus melakukan BAB berulang-ulang karena meminum air mineral merek Viz ini.

“Mungkin saja pengaruh karena minum air kemasan merek Viz itu jadi sakit perut, teman saya juga begitu sakit perut setelah minum air tersebut”, ujarnya

 

Ronal mengatakan, setelah dilihat dengan teliti ternyata air mineral merek Viz itu tidak bening seperti air mineral pada umunya karena keruh dan ada kotoran kecil seperti jamur yang mengambang di dalam air tersebut.

Dengan sisa air yang masih setegah dus (Karton_red) Ronal kemudian membawa bukti minuman tersebut dan menceritakan persoalan ini kepada wartawan, setelah di lihat dengan teliti ternyata memang benar minuman air mineral kemasan merek Viz ini cukup kotor dan diduga tidak layak minum.

Sample air minum tidak layak konsumsi ini kemudian dibawa ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk dimintai tanggapannya.

Kepala Seksi Komunikasi dan Informasi BPOM Babel, Andika ketika ditanya wartawan mengakui bila air minum merek Viz tersebut ada partikel lain didalamnya.

Ia menjelaskan, untuk syarat-syarat air minum layak kosumsi harus jernih, tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, namun untuk sample yang dikomplin warga ini memang diakui Andika ada partikel lain di dalam airnya sehingga bisa dikatakan air kemasan merek Viz ini bermasalah.

Ia menambahkan, banyak kemungkinan penyebab air Viz ini tidak layak minum misalnya saringan untuk air kemasan ini di ganti berkala kemudian menjaga kebersihan produskinya atau melakukan penyimpanan dengan baik karena air minuman kemasan ini  tidak boleh terkena sinar matahari langsung yang bisa menyebabkan migrasi dari platik kemasannya, mengingat kemasan untuk gelas dan botol biasanya langsung di minum, berbeda dengan galon yang  bisa di cuci.

“Banyak kemungkinan nya tapi untuk lengkapnya bisa diperiksa hasil labnya,” jelas andika.

Dengan adanya temuan ini, Balai POM Babel akan melakukan sidang ke pabrik perusahaan  PT. Citra Golden Tunggal yang bertanggung jawab memproduski air minerl merek Viz ini.

Menurut Andika, pemeriksaan berkala kepada perusahaan PT Citra Golden Tunggal ini setiap tahun selalu dilakukan dan terakhir pada September 2019 lalu dimana petugas mendapati beberapa temuan seperti sparepart yang kurang pas.

“Sudah beberapa kali dilakukan dan selalu ada temuan minor yang dapatkan tapi sudah diperbaiki,” ungkapnya.

Temuan minor kata Andika ialah temuan yang bersifat tidak membahayakan dan tidak mempengaruhi hasil akhir produksi, namun bila ada temuan kritis yang tidak memenuhi syarat dan sudah membahayakan maka Balai POM akan memberikan peringatan keras.
“Kalo sudah membahayakan kita minta produksi hentikan sementara dan benahi dulu,” ucapnya.

Pihak Viz Masih Bungkam
Terkait temuan ini, pihak perusahaan PT. Citra Golden Tunggal belum memberikan klarifikasi mengenai dugaan air minum tidak layak kosumsi ini, sebelumnya, Manager Air Kemasan Viz, Sodik melalui kepala Gudang, Topik sudah membuat janji untuk bertemu wartawan pada, pukul 14.00 wib, Selasa (3/3/2020), namun ketika sejumlah wartawan sampai di pabrik Viz ternyata Sodik sudah berangkat ke Jakarta dengan alasan ada urusan mendadak.

Pernyataan ini disampaikan oleh bagian Administrasi pabrik ini dengan didampingi petugas Satpam yang berjaga.

Sementara itu, sampai saat ini upaya-upaya komfirmasi kepada pihak Viz masih diupayakan..(red).

 3,771 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *