by

Gustari : Bubarkan Saja Panitia CSR KIP PT Timah Jika Membuat Ketua RT Resah

Sungailiat, deteksi-Beberapa Ketua RT di Kelurahan Sungailiat merasa keberatan kepada pihak panitia dana CSR Kapal Isap Produksi (KIP) PT Timah di Kecamatan Sungailiat.

Ketua RT yang keberatan dengan panitai dana CSR Kapal Isap Produksi PT Timah diantanya Ketua RT 1 Parit Pekir Mastur Abdulah,  Ketua RT 2 M Azis, Ketua RT 3 Arman, Ketua RT 4 Syarif, Ketua RT 5 Pebbi, Ketua RT 6 Mujis, Ketua RT 7 Hutabarat, Ketua RT 8 Azis.

Mereka merasa keberatan dengan data warganya yang berhak sebagai penerima Dana CSR KIP PT Timah tidak dimasukkan kedalam data yang dipegang panitia. Dan beberapa warga yang diajukan mereka ke panitia ditolak oleh panitia.

” Kami merasa keberatan jika panitia membuat data sendiri sebagai penerima dana CSR KIP PT Timah dan panitia memaksa kami untuk menyalurkannya, padahal kami tidak dilibatkan dalam susunan kepanitian tersebut”, kata Ketua RT 1 Paritpekir Mastur kepada media, Sabtu (28/2/2020).

Kemudian lanjut Ketua 1 , Dana CSR KIP PT Timah Kecamatan Sungailiat itu semua diperkirakan mencapai 1,5 miliar. Dana itu untuk 8 Lingkungan Kelurahan di Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka. Satu orang warga menerima Rp 220.000,- jumlah penerima 5050 orang.

“Kami meminta pihak panitia transparan, berapa warga yang mendapat dana CSR KIP PTTimah itu dan sisanya kemana serta upah kami mendatanya berapa, karena sampai saat ini semua tidak jelas dan panitia tidak pernah terbuka kepada kami”, keluhnya.

Selain itu kami mempertanyakan mengapa Kepala Lingkungan (Kaling dan Ketua RT) itu tidak ada namanya tercantum didalam SK Kepanitiaan.

” Kaling dan Ketua RT tidak ada nama dalam daftar kepanitian, ada apa dan bagaimana nanti kami mempertanggung-jawabkan nama warga penerima dana tersebut kalau nama kami tidak termasuk dalam di kepengurusan kepanitian”, terang M Azis kesal.

Sementara itu Ketua Tim Relawan Pemantau CSR KIP PT Timah Gustari mempertanyakan masalah kedudukan hukum panitia Kompensasi KIP PT Timah Kecamatan Sungailiat karena ada beberapa panitia mengaku SK Pengurus panitia tersebut sudah di Notariskan.

Menurut Gustari dasar mereka menotariskan akte kepanitian itu apakah yayasan, berbentuk CV, berbentuk PT ataupun berbentuk Ormas.

“Kalau dasarnya belum jelas, Gustari meminta kepada Bupati Bangka untuk membentuk kepanitian yang baru melalui HNSI Kabupaten Bangka. Tujuannya untuk menetralisir kegaduhan dan keresahan yang ada di beberapa RT seperti sekarang ini, mereka yang mengaku panitia itu siapa yang memilih”, kata Gustari.

Sangat disayangkan sampai saat ini pihak panitia belum berhasil dikomfirmasi, baik langsung maupun melalui telepon, telepon deteksi online sejak siang tadi, tidak digubris oleh panitia KIP PT Timah Sungailiat..(her)

1,469 total views, 2 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed