by

Pemerintah Harus Hentikan Impor Bahan Baku Miras

foto: Muslim Arbi

JAKARTA, deteksionlinr.com-Pemerintah jangan lagi izinkan perusahaan tertentu untuk impor bahan baku miras (minuman keras).

Kementrian Perindustrian dan Kementrian Perdaganag agar jangan lagi membuka kran impor atas perusahaan yang memasukan bahan etanol untuk bahan baku minuman keras.

Permintaan ini disampaikan Muslim Arbi, Pengamat Sosial Politik kepada deteksionline.com, di Jakarta, Senin (24/4/2020).

Menurut dia, tahun 2019 PT Karsavicta Satya relah merealisasikan impor etanol dari Pakistan dengan pajak 0% sebanyak 5 juta kilo liter. Dan tahun 2020 ini berencana mengajukan lagi permohonan impor 5 juta kilo liter lagi ke kementrian Perindustrian untuk mendapatkan rekomendasi impor. Kementrian Perdagangan jangan lagi memberi izin impor ke PT Karsavicta Satya yang beralamat di Tanah Abang itu.

Rekomendasi impor dan izin impor ini sangat merugikan negara karena pajak nya 0 %. DPR RI Komisi VI sudah menyampaikan Hasil Rapat Intern dalam Rapat Konsultasi pengganti Rapat Badan Musyawarah DPR RI;
Memutuskan 2 hal:

1. Menolak penghapusan Tarif Bea Masuk untuk Etil Alkohol sebesar 0% dalam Protokol Perubahan Perjanjian Perdagangan Preferensial antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Islam Pakistan.
2. Menyepakati bea masuk etil alkohol minimal tetap atau sebesar 30% (tiga puluh) persen sebagaimana tercantum dalam Protokol Perjanjian Perdagangan Preferebsial antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Islam Pakistan Tahun 2012.

Juga surat Majelis Ulama Indonesia kepada Presiden agar bea masuk etanol sebesar 30%.

“Jika dipaksakan izin ethanol 0%. terdapat unsur korupsi di dalam nya. Karena Negara di rugikan 30%. Pejabat yang mengizinkan rekomendasi maupun izin impor perlu di periksa oleh KPK dan Kejaksaan. Karena pejabat tersebut dugaan kuat lakukan perbuatan Korupsi dan salahi wewenang,” kata Muslim.

“Tahun 2019, Mentri Perindustrian Erlangga Hartarto dan Mentri Perdagangan Enggartiasti Lukito melalui Dirjen Perdagangan Luar Negerinya Wisnu Wardana mengeluarkan izin impor 5 juta kilo liter ethanol dengan pajak 0%. Ini jelas rugikan Negara,” tambah Muslim lagi.

Jika kementrian Perindustrian dan Perdagangan RI membuka izin impor etanol (bahan baku miras) , kata Muslim Arbi, maka perbuatan ini merugikan negara dan akibat dari importasi itu di produksi miras yang dapat mengakibatkan kerusakan moral dan kematian bagi anak anak Bangsa.

Dari beberapa sumber berita di dapatkan korban di berbagai daerah di Indonesia. Di Provinsi NTT 2 orang. Dirawat 4 orang di RSUP Sanglah. Di Tasikmalaya 8 orang meninggal. 16 orang di rawat di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya. Korban2 berjatuhan anak2 Bangsa itu akibat menenggak miras oplosan yang di dapat kan dengan mudah di berbagai tempat.

Jika tetap saja dibuka kran impor bahan baku muras (etanol) kemetrian Perindustrian, Perdagangan dan Perusahaan Importir ethanol wajib tanggung jawab atas korban2 yang berjatuhan. Pihak kepolisian perlu mengusut hal ini.(darsani)

 

67 total views, 2 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed