Kapolres Bangka Barat Soal Kasus Alat Berat yang Tertangkap, Kasusnya Tetap Lanjut.

  • Share

Muntok, Babel, deteksionline.com-Kapolres Bangka Barat DR Muhammad Adenan SH MH menjelaskan bahwa kasus penangkapan alat berat berupa Exsavator PC200 berikut pemiliknya yang melakukan aktivitas penambangan di Kawasan Hutan Lindung Jebu Bembang Antan lokasi tambang Desa Air Limau Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka masih dalam proses, belum P21.

” Masih dalam proses”, jawab Kapolres saat dikomfirmasi via Whats App, Minggu (23/2).

Dia menambahkan proses kasus tersebut tetap akan dilanjutkan ke Pengadilan, pemiliknya baru ditangkap beberapa hari lalu di Sungailiat.

” Kasus tersebut tetap dilanjutkan sampai ke Pengadilan, pemiliknya baru ditangkap beberapa hari yang lalu di Sungailiat bersama operatornya”, ungkap DR Muhammad Adenan.

Sebelumnya diberitakan, Kasat Reskrim Polres Babar, AKP Andri Eko Setiawan mengatakan dua orang yang berhasil ditangkap adalah Fendi dan Migo. Fendi diduga sebagai pemilik dan Migo adalah operator ekskavator tersebut. Keduanya diamankan di tempat yang berbeda.

“Fendi diamankan di Sungailiat Kabupaten Bangka, sementara Migo di Parittiga, Kabupaten Bangka Barat,” kata AKP Eko, Senin (10/2).

Eko mengungkapkan pihaknya telah menetapkan Fendi dan Migo sebagai tersangka terkait aktivitas perambahan Hutan Lindung (HL) Kolong Jebu Bembang Pasir Kuarsa.

“Awalnya kami meminta keterangan Migo, setelah itu kami menangkap Fendi. Selang sehari kami juga mengamankan Migo selaku operator. Jadi dalam kasus ini kami menetapkan dua orang tersangka pemilik dan operator PC,” pungkasnya..(red/wartabangka)

Sat Reskrim Polres Bangka Barat akhirnya menangkap dua orang yang diduga sebagai pemilik dan operator ekskavator yang disita oleh anggota Polres Bangka Barat di Kolong Jebu Bembang Pasir Kuarsa, Desa Air Limau Kecamatan Parittiga beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Babar, AKP Andri Eko Setiawan mengatakan dua orang yang berhasil ditangkap adalah Fendi dan Migo. Fendi diduga sebagai pemilik dan Migo adalah operator ekskavator tersebut. Keduanya diamankan di tempat yang berbeda.

“Fendi diamankan di Sungailiat Kabupaten Bangka, sementara Migo di Parittiga, Kabupaten Bangka Barat,” kata Eko, Senin (10/2).

Eko mengungkapkan pihaknya telah menetapkan Fendi dan Migo sebagai tersangka terkait aktivitas perambahan Hutan Lindung (HL) Kolong Jebu Bembang Pasir Kuarsa..(red)

 1,032 total views,  3 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *