Lunasi Iuran BPJS, Janda Miskin Terpaksa Ngutang Rp8Juta

  • Share

RIAU, deteksionline.com-Seorang janda yang hidupnya miskin di Riau terpaksa ngutang Rp8 juta untuk melunasi iuran BPJS yang tunggak sejak 2015.

“Ya pak, saya sudah meminjam kiri kanan sebanyak Rp 8 juta untuk membayar tunggakan sejak 2015, sudah saya stor ke rekening BPJS sesuai petunjuk kadernya. Walaupun saya tak pernah memakai jasa BPJS hanya membayar pendaftaran saja waktu itu. Tapi tak tahu begini jadinya saya terpaksa membayar 8 juta Rupiah, padahal kondisi ekonomi kami lagi sulit,” ungkap SYH, seperti dikutip Riaukepri.com,Jumat (14/2/2020)

Hal senada disampaikan Rf (40 tahun) Ibu rumah tangga Desa Pakning Asal, dia mengaku juga ditagih sebesar Rp 6 juta oleh kader BPJS, tapi Rf bingung harus cari duit kemana, dia hanya bekerja sebagai guru honorer di salah satu sekolah Kecamatan Bukit Batu, sementara suaminya bekerja sebagai buruh.

“Ini BPJS kok aneh pak, biasanya banyak asuransi yang kami tahu apapun jenisnya, jika nasabah menunggak selama 3 bulan, otomatis akun ditutup dan dinonaktifkan, Nah BPJS ini orang menunggak 3 sampai 5 tahun tetap keanggotaannya aktif, kenapa tak ditutup saja akun kami? Kalau begini kan namanya jebakan dan pemerasan. Darimana kami harus mencari duit sebanyak itu. Kalau begini caranya kami akan kasi tau warga lainnya jangan coba coba mendaftar ke BPJS jika tak ingin dijebak,” kata Rf.

Seharusnya BPJS lanjut Rf harus mengubah sistim seperti asuransi lainnya, jika anggota menunggak sampai bertahun-tahun dinonaktifkan saja, berarti mereka tak sanggup membayar.

“Kami juga sebelumnya tak diberitahu, bisa jadi korban terikat seperti sekarang i di seluruh kecamatan juga sedang dilakukan penagihan untuk yang menunggak, walaupun terhadap orang miskin dan yang tak pernah memakai jasa BPJS sekalipun, ini sebenarnya pemerasan sistematis terhadap warga Negara,” pungkas Rf.(bow)

 1,416 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *