by

Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Kasus Penipuan Yang Otaknya WNA

JAKARTA, deteksionline.com-Subdit 6 Ranmor Dirtkrimum Polda Metro Jaya berhasil, membongkar kasus penipuan yang otaknya adalah seorang warga negara asing (WNA) asal Kamerun.

Dalam mengungkap kasus tersebut, empat orang tersangka berinisial BG, S, AMY dan VL di amankan polisi, di sebuah hotel yang berada di Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol, Yusri Yunus mengatakan, kasus ini berawal setelah pihaknya menerima laporan dari seorang korban, bahwa dirinya ditipu oleh pelaku dengan dalih bisa menggandakan uang dari 10 dollar menjadi 100 dollar. Setelah dilakukn penyelidikan, pada tanggal 30 Januari lalu, pelaku berhasil kita tangkap.

“Tersangka BG ini mengaku bahwa dirinya bisa menggandakan uang dari 10 dollar menjadi 100 dollar,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis, (19/02).

Dalam melancarkan aksi kejahatan menipu korban itu, pelaku mempunyai peran masing – masing. Dimana, tersangka BG berperan yang mengaku bahwa dirinya bisa menggandakan uang. Sementara tersangka AMY perannya, menyiapkan fasilitas seperti hotel. Tersangka VL perannya untuk mencari para korban.

“Tak hanya mengaku bisa menggandakan uang saja, korban juga di perlihatkan video penggandaan uang oleh pelaku,” terangnya.

Bahkan, untuk mendapatkan korban, pelaku kata Yusri, telah memiliki sebuah komunitas valuta asing (vallas). Dengan komunitas tersebut, pelaku memperdayai para anggota komunitas vallas tersebut.

“Pelaku ini awalnya memang memiliki komunitas vallas, kemudian pelaku menggoda korban, jika ada anggota komunits valas yang terpikat, maka itulah yang akan menjadi korban dalam aksi penipuan ini,” tambahnya.

Sebelum melakukan aksi kejahatan menipu ini, tersangka BG lanjut Yusri, pernah bekerja disebuah perusahaan swasta yang terdapat di Jakarta. Kepada polisi, BG mengaku, bahwa aksi kejahatan yang dilakukan pihaknya itu, diajarkan oleh rekannya.

“Tersangka BG diajarkan oleh rekannya, yang sama – sama berasal dari satu negara Kamerun,” kata Yusri.

Atas perbuatan itu, tersangka dojerat dengan Pasal 372 KUHP dan 378 KUHP ancamnanya 4 tahun penjara…(ulis)

120 total views, 1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed