by

Amak Babel Ajak Kawal Kasus PT Timah

PANGKALPINANG,deteksionline.com-Kasus pemanggilan 4 karyawan PT Timah oleh Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel), Selasa (11/2) terkait adanya dugaan pembelian Bijih Timah berkadar rendah dan diduga merugikan keuangan negara Belasan Miliar Rupiah, sangat menarik perhatian masyarakat Bangka Belitung.

Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Bangka Belitung ( Amak Babel) meminta kepada masyarakat Provinsi Bangka Belitung untuk mengawal kasus pemanggilan 4 orang Pejabat PT Timah oleh Kejati Babel.

” Amak meminta semua lapisan masyarakat, terutama LSM dan Media untuk bersama-sama mengawal kasus PT Timah, dimana Selasa (11/2) ada 4 orang Pejabat PT Timah yang diminta keterangan oleh Penyidik Pidsus Kejati Babel terkait dugaan pembelian biji timah berkadar rendah. Kalo tidak dikawal, nanti kasusnya hilang seperti yang CSR tempohari”, ungkap Hadi Susilo di Pangkalpinang, Jum’at (14/2).

Hadi Susilo mengatakan, kasus-kasus yang berhubungan dengan PT Timah biasanya hilang ditengah jalan, jadi untuk itu yang satu ini mengingat dugaan kerugian negara cukup besar, jadi kita mesti kawal ketat.

” Biasanya yang berhubungan dengan PT Timah, kasus nya tidak sampai ke Pengadilan, tempohari kasus CSR hilang entah kemana? tanya Hadi.

Hadi Susilo sangat berharap kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung yang baru menjabat untuk benar-benar memproses jika memang ditemukan bukti adanya penyimpangan oleh PT Timah terkait pembelian Biji timah berkadar rendah tersebut.

” Amak Babel sangat berharap kepada Ranu Mihardja, beliau mantan Deputi KPK, beliau betul-betul orang bersih, jadi jika memang ditemukan adanya penyimpangan, jangan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas”, terangnya.

Sementara itu pihak Timah seperti dikutip di media fkb, menurut Anggi Humas PT Timah pihaknya tetap mengacu pada azas praduga tak bersalah dan tetap menghormati proses yang berjalan.

“Terkait hal tersebut, kita tetap mengacu pada azaz praduga tak bersalah, kemudian kita hormati proses yang berjalan tentu dengan positif,” ujar Anggi Siahaan, Jum’at (14/2) siang.

Anggi menambahkan bahwa dalam hal ini juga pihaknya menginformasikan jika kompensasi yang diberikan sesuai kadar yang ditetapkan.

“Kami informasikan bahwa apabila kompensasi yang diberikan sesuai kadar yang ditetapkan dan disepakati, tentunya tidak merugikan perusahaan,” terangnya, kepada media di babel.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung Ranu Mihardja SH MH mengakui kalau anak buahnya sedang menangani kasus PT Timah.

“Beberapa pegawai PT Timah oleh diminta keterangan oleh penyidik dan proses penyelidikan ini untuk mecari peristiwa hukum apakah dalam proses itu ada peristiwa hukumnya atau tidak,”
ungkapnya, Kamis
(13/2).

Ranu Miharja mengatakan untuk kasus ini ada dugaan ketidak sesuaian dengan ketentuan yang mengarah kepada penyimpangan

“Ini masih panjang, diproses penyelidikan ini untuk mencari peristiwa hukumnya, apakah peristiwa hukumnya hanya di admistrasi, perdata atau pidana dan jika ditemukan peristiwa hukumnya pidana ya kepenyidikan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, jika nantinya ditemukan ada dugaan penyimpangan yang mengarah kepada pidana? ditegaskan, siapa pun orangnya yang terlibat dalam penyimpangan maka harus diproses.

“Siapapun kalau ada peristiwa hukum dan ada yang dimintai pertanggung jawaban maka harus diproses,” tegasnya.(red/sumber fkb)

 870 total views,  18 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed