by

Tiga Petinggi Polres Lima Puluh Kota Diklarifikasi Propam Terkait Penetapan Status Tersangka Mantan Caleg Demokrat

JAKARTA, deteksionline.com: Tim dari Polres Limapuluh Kota, Polda Sumatera Barat (Sumbar), terdiri dari Kapolres AKBP Sri Wibowo, Kabag Wasidik AKBP Alidison, dan Kasat Reskrim Anton Luter dikabarkan dipanggil oleh Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri pada Senin (10/2w/2020).

Ketiga perwira ini diminta klarifikasinya terkait dugaan ketidakprofesional dalam menangani perkara  LP 67/X/2019 sektor Suliki tanggal 22 Oktober 2019.

Pemeriksaan ini diduga kuat atas laporan pengaduan masyarakat yang dilakukan oleh RO, mantan Caleg DPR-RI dari Partai Demokrat yang dijadikan tersangka dalam kasus dugaan penipuan Rp1,7 M atas pengaduan Zamhar.

Sejauh ini Kasat reskrim yang dihubungi baik melalui telepon langsung maupun pesan whatsApp tidak merespon konfirmasi.

Seperti diketahui penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota menetapkan salah seorang mantan Caleg DPR-RI Dapil 2 Sumbar inisial RO, sebagai tersangka dengan dugaan kasus penipuan.

Bahkan penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota juga sudah melakukan serangkaian penyelidikan terhadap dugaan kasus penipuan ini. Yang melibatkan seorang mantan Caleg DPR-RI Dapil 2 Sumbar dan seorang pengusaha bernama Zamhar. Penyidik juga telah meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo, melalui Kasat Reskrim AKP Anton Luther, didampingi KBO Reskrim IPTU Army Ariosa, kepada wartawan, Senin (3/2), mengatakan, penyidik telah meningkatkan kasus ini. Dimana RO perempuan yang berasal dari Luak Limopuluah itu ditetapkan sebagai tersangka, yang merugikan pelapor Zamhar, mencapai angka Rp1,7 miliar.

”Untuk RO, sudah kita tingkatkan status bersangkutan dari terlapor menjadi tersangka. Penetapan tersangka itu kita lakukan beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Selain itu, AKP Anton juga menambahkan, dalam kasus dugaan tindak pidana penipuan ini pihaknya juga telah memintai keterangan dari saksi-saksi maupun pelapor. Dimana  RO menggunakan uang perlapor Zamhar untuk keperluan pemilihan menjadi anggota DPR-RI. “Kalau laporan dari pelapor, kerugian sekitar Rp.1,7 miliar. Dan untuk terlapor akan kita periksa sebagai tersangka pada Kamis ini,” tambah Anton.

Kasus dugaan penipuan ini telah dilaporkan oleh Zamhar ke Mapolsek Suliki. Belakangan kasus yang sempat menghebohkan Luak Limopuluah itu ditangani oleh Satreskrim Polres Limapuluh Kota. Dalam perkara tersebut, polisi juga telah memeriksa saksi hingga puluhan orang baik dari pelapor maupun terlapor.

Sementara itu Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Argoyuwono yang dikonfirmasi perihal pemeriksaan tersebut, mengatakan akan mengeceknya terlebih dahulu. (tim)

352 total views, 4 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed