Empat Pilar Kebangsaan Merupakan Pondasi Kita Dalam Bernegara

  • Share

PEKANBARU,deteksionline- Sosialisasi Empat Pilar kepada generasi penerus bangsa dan anak didik Siswa-Siswi agar dapat memahami makna yang terkandung di dalam Empat Pilar tersebut untuk dapat di implementasikan ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

Menghadapi perkembangan zaman yang terus maju dengan kecanggihan teknologi,  Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil Riau,  Dr.Misharti S.Ag MSi terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap pentingnya memahami empat pilar kebangsaan.

Dengan itu,  Senator berparas cantik ini melaksanakan sosialisasi empat pilar bersama Majelis Guru Mata Pelajaran (MGMP)  Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) SMK se Kota Pekanbaru,  Senin (3/2/2020) di Aula SMKN 2 Kota Pekanbaru .

Sosialisasi Empat Pilar, merupakan perintah dari Undang Undang No17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Dalam Undang Undang itu, MPR mendapat tugas mensosialisasikan Empat Pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sosialisasi tersebut,  sengaja dilaksanakan bersama para guru PKN karena guru merupakan ujung tombak dalam kemajuan bangsa ini.

Dengan itu,  apapun dan bagaimanapun fenomena yang terjadi, para guru khusunya guru PKN tetap terdepan dalam mencetak karakter para penerus bangsa ini.

Dikatakan Misharti,  dalam pembelajaran PKN,  didalamnya terdapat Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Yang mana itu semua merupakan empat pilar kebangsaan.

Dengan demikian,  kita berharap agar empat pilar ini dapat benar-benar disampaikan kepada para siswa dengan baik karena guru merupakan tokoh utama dalam pendidikan untuk memberi pemahaman tersebut.

“Sebagai senator di pusat saya sangat menaruh harapan kepada para guru untuk menjadi penyambung lidah dalam mensosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada para peserta didiknya disekolah.  Empat pilar kebangsaan merupakan pondasi kita dalam bernegara dengan itu sebagai guru PKN diharapkan dapat benar-benar memahami hal tersebut”, harapnya.

Ditegaskan kembali oleh Misharti bahwa dahulu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan hanya dipandang sebelah mata yang dianggap sebagai mata pelajaran pelengkap.

Akan tetapi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kini menjadi primadona yang mana menjadi mata pelajaran yang sangat penting pasca reformasi..(budi setiawan)

 4,513 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *