by

Dalam Keadaan Tertentu, Petugas Polantas Dapat Melakukan Tindakan Diskresi Kepolisian

Foto // Semrawutnya Lalu lintas saat lampu traffic light mati

JAKARTA,deteksionline.com- Intensitas kegiatan lalu lintas & angkutan Jalan yang tinggi membentuk pola lalu lintas yang dinamis dari situasi normal dapat berubah pada keadaan  tertentu yang memerlukan tindakan diskresi yang cepat, terukur dan dapat dipertanggung jawabkan untuk kepentingan yg lebih besar.

Pemerhati Transportasi Budiyanto Ssos MH mengatakan, dalam keadaan tertentu adalah suatu keadaan sistem lalu lintas yang tidak berfungsi untuk kelancaran lalu lintas
yang disebabkan adanya perubahan lalu lintas secara tiba- tiba atau situsional, tidak berfungsinya alat pemberi isyarst lalu lintas,pengguna jalan yang diprioritaskan, pekerjaan jalan, bencana alam, kecelakaan lalu lintas dan/ atau penyebab lainnya.

“Dalam keadaan tertentu seperti ini, petugas Polantas dapat melakukan tindakan diskresi dalam bentuk tindakan pengaturan lalu lintas”, katanya.

Yang dimaksud dalam keadaan tertentu itu menurut Pemerhati Transportasi ini meliputi : Memberhentikan arus lalu lintas, mengatur pengguna jalan untuk terus jalan, mempercepat, memperlambat, mengalihkan arus lalu lintas dan/ menutup dan membuka arus lalu lintas.

Ia lanjutkan, tindakan petugas wajib diutamakan dari pada pengaturan yang diberikan oleh alat pemberi isyarat lalu lintas, rambu- rambu lalu lintas dan/ marka jalan. Disadari atau tidak memang pada saat kita dihadapkan pada situasi keadaan tertentu, terjadi proses perampasan hak seseorang yang bersifat sementara.

” misalnya posisi lampu traffic  light  sudah menyala hijau, pengguna jalan yang seharusnya jalan, untuk sementara belum bisa jalan
karema petugas masih memprioritaskan pengguna jalan yang memperoleh hak utama. Memprioritaskan pengguna jalan yang memperoleh hak utama merupakan salah satu yang masuk dlm klasifikasi  keadaan tertentu, sehingfa tindakan petugas yang memprioritas kendaraan tersebut walaupun TL menyala merah tidak melanggar melanggar Ham karena dibenarkan oleh Undang- Undang”, imbuhnya

Hal seperti ini kadang-kadang dapat menimbulkan kesalah pahaman  karena minimnya informasi yang berkaitan dengan  pemahaman keadaan tertentu. Bahwa dalam keadaan tertentu, tindakan petugas wajib diutamakan dari pada pengaturan yang diberikan oleh alat pemberi isyarat lalu lintas,rambu- rambu lintas dan / atau marka Jalan.

“Payung hukum yang mendasari  Pengaturan dalam keadaan tertentu, diatur dalam :

1.Undang- Undang Kepolisian No 2 th 2002 tentang Kepolisian Pasal 18 ayat ( 1 ).

2.Undang- Undang Lalu lintas No 22 th 2009 tentang lalu lintas & angkutan Jalan, pasal 104.

3.Peraturan Kapolri No 10 th 2012 tentang Pengaturan lalu lintas dalam keadaan tertentu dan penggunaan jalan selain untuk kegiatan lalu lintas”, jelasnya.

Pengaturan lalu lintas dalam keadaan tertentu kadang- kadang masih menimbulkan kesalah-pahaman antara petugas dengan pengguna jalan, terutama yang merasa dirugikan dari sudut subyektif penilaiannya.
Dengan pencerahan dalam bentuk artikel seperti ini mudah- mudahan dapat memberikan pemahaman kepada pengguna jalan secarar luas, sehingga pada saat dihadapkan pada situasi seperti ini dapat menempatkan pada situasi dan posisi yang proporsionalitas, serta mampu meletakan keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai pengguna jalan yang baik…(ulis)

3,280 total views, 1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed