by

Saksi Penggugat Dalam Sidang Perkara No.2560/Pdt.G/2019/ PA.JU Diduga Berikan Kesaksian Bohong

Foto // Zainal Abidin SH bersama Hj.Mariya

JAKARTA,deteksionline.com-Sidang lanjutan gugatan Gono-Gini no:2560/Pdt.G/2019/ PA.JU dengan agenda sidang keterangan Saksi Penggugat digelar di Pengadilan Agama Jakarta Utara, Selasa (4/2/2020).

Dua orang saksi yang dihadirkan oleh Penggugat ternyata merupakan Kakak Kandung dari penggugat ( H.Jupri ) bernama Rahmat dan Husaini (teman H.Jupri).

Dalam keterangan dipersidangan, Rahmat mengatakan, “bahwa usaha pengelolaan limbah PT.SCI diperoleh sebelum pernikahan antara Muhamad Jupri dengan Hj.Mariya”, akuinya.

Saksi juga mengatakan Penggugat punya rumah di Jl.Kampar dan ruko, mobil pajero yang dibeli setelah cerai, rumah di Bogor dan saksi Rahmat pun mengakui bahwa Muhamad Jupri mempunyai usaha limbah di PT.SCI, katanya seperti ditirukan oleh pengacara Tergugat (Hj.Mariya) Zenal Abidin S.H kepada wartawan, Selasa (4/2).

Sementara itu Saksi Husaini mengatakan, “saya teman lama dari Muhamad Jupri dan mereka bercerai Tahun 2019 dan mobil, angkot, rumah di Bogor dibeli setelah cerai”, ucap Zainal Abidin Kuasa hukum Hj.Mariya menirukan pernyataan Saksi saat dalam ruang sidang.

Menurut Hj.Mariya, keterangan kedua saksi (Rahmat dan Huseini) yang menyatakan bahwa usaha pengelolaan limbah pabrik Steel Centre Indonesia (SCI) adalah mutlak milik Muhammad Jupri yang diperoleh sebelum pernikahan Muhammad Jupri dengan H.Mariya adalah sebuah kebohongan belaka.

Hal ini mengingat pernikahan Muhamad Jupri dengan H.Mariya adalah Tahun 2001 dan cerai Tahun 2017 sedangkan perjanjian kontrak kerja antara PT.SCI dengan H.Sofyan, Hj.Masturah H.Sudi, H.Jupri, Hj.Mariya yang diajukan kepada PT.SCI yang disetujui oleh Tribudi terjadi pada 11 Februari 2013,” katanya, Selasa (4/2) di kediaman saudaranya Jl.Melati Jakarta Utara.

Masih menurut Hj.Mariya, Akta notaris terkait perubahan akta pendirian CV Pusaka Mas yang disahkan pada 7 Februari 2013 dengan Notaris Fauzi Agus telah memasukan nama Muhamad Jupri sebagai pendiri dan pengurus CV Pusaka Mas (Dirut) yang memiliki hak untuk mengelola, mengangkat limbah di PT.SCI atas nama CV Pusaka Mas, ungkap Hj.Mariya dengan lantang.

Lanjut Hj.Mariya, “keterangan kedua saksi terkait harta Gono-Gini dan usaha limbah PT.SCI diperoleh setelah bercerai adalah tidak benar atau bohong, karena semua keterangan saksi tidak sesuai dengan dokumen pernikahan dan perjanjian kontrak dengan PT.SCI,”tandasnya.

Zainal Abidin S.H menegaskan, “Saya minta keadilan kepada Majelis hakim Pengadilan Jakarta Utara agar memutus perkara ini sesuai dengan Kompilasi Hukum Islam pasal 97 tentang harta bersama, karena ini adalah demi keadilan dan kemanusiaan.

Perlu diketahui, saat ini klien saya (Hj.Mariya) untuk bertahan hidup dan menghidupi keempat anaknya terpaksa harus menjadi penyayi di cafe, yang sebelumnya bahkan Hj.Mariya berprofesi menjadi driver Grab Car”, tuturnya..(rukmana)

 4,256 total views,  3 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed