Budiyanto Ssos.MH; Berteduh di kolong Fly over / Jembatan Melanggar Tata Cara Berlalu Lintas

  • Share

JAKARTA,deteksionline.com-Pengamat Transportasi Budiyanto Ssos MH mengatakan Kecenderungan pengguna jalan, khususnya pengguna Sepeda motor dan Pejalan kaki
memanfaatkan kolong Fly over / Jembatan untuk berteduh pada saat hujan adalah itu melanggar lalu lintas dan itu sudah melanggar hukum.

“Berteduh di Fly Over saat hujan itu sudah melanggar lalu lintas, hal itu tentunya akan  mengganggu ketertiban, keamanan , kelancaran dan keselamatan lalu lintas serta melanggar tata cara berlalu lintas tentang tata cara berhenti, parkir dan gerakan lalu lintas.
secara eksplisit jelas didalam Undang – Undang No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan sudah diatur
tth cara berlalu lintas & ketentuan Pidananya”, ungkap Budiyanto, seperti rilis yang diterima redaksi deteksionline.com, Selasa (4/2/2020).

Ia menjelaskan, pada Undang-Undang  No,22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan sudah diatur di

“1.Pasal 104 ayat ( 3 )
Pengguna Jalan wajib mematuhi perintah yang diberikan oleh Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

2.Pasal 105
Setiap orang yang menggunakan jalan wajib :
a.berlaku tertib ; dan / atau
b.mencegah hal – hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan dan keselamatan lalu luntas dan angkutan Jalan, atau yang dapat menimbulkan kerusakan Jalan.

3.Pasal 106 ayat 4 huruf d dan e.
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memenuhi ketentuan, antara lain huruf d gerakan lalu lintas & huruf e berhenti & Parkir”, terangnya.

Sementara mengacu kepada ketentuan Pidana :
1.Pasal 282
Setiap pengguna Jalan yang tidak mematuhi perintah yg diberikan oleh Petugas Kepolisian Negara RI, sebagai mana diatur dalam pasal 104 ( 3 ) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 ( satu ) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 ( dua ratus lima puluh ribu rupiah ).

2.Psl 287 ayat ( 3 ).
Setiap orang yg mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yg melanggar aturan gerakan lalu lintas sbg mana diatur dlm psl 106 ayat ( 4 ) huruf d atau tata cara berhenti dan parkir sebagaimana diatur dalam psl 106 ayat ( 4  ) huruf e dipidana dgn pidana kurungan paling lama 1 ( satu ) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 ( dua ratus lima puluh ribu rupiah ).

Secara gamblang lanjut Budiyanto, itu sudah diatur tentang tata cara berlalu lintas yang benar & ketentuan pidananya bahwa berteduh
dibawah Fly over / Jembatan berpitensi mengganggu ketertiban, merintangi, membayakan, keamanan dan keselamatan lalu lintas, serta
menyalahi ketentuan gerakan lalu lintas, berhenti dan Parkir.

“Situasi dilapangan dapat berkembang juga pada saat petugas memerintahkan/ menghimbau supaya pengguna jalan meninggalkan kolong Fly Over/ Jembatan, peluang
pembangkangan perintah yang diberikan oleh petugas bisa terjadi. Kalau sampai hal ini terjadi ( tidak mau mematuhi perintah petugas ), ini merupakan pelanggaran lalu lintas”, jelasnya lagi.

Pada Pasal 104 ayat ( 3 ) jelas
Pengguna jalan wajib
mematuhi perintah yang diberikan oleh Petugas. Proses penegakan hukum di Lapangan dapat digunakan Pasal 282 atau Pasal 287 ayat ( 3 ) ,dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 ( satu ) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 ( dua ratus lima puluh ribu rupiah ).

Masih menurutnya, sekarang kita dihadapkan pada musim penghujan, sebagai antisipasi kita
sebagai Warga Negara yang baik dan taat hukum tentunya semua kegiatan harus direncanakan dengan baik termasuk pada saat akan bepergian  menggunakan Sepeda motor.

“Salah satu persiapan tentunya dengan melengkapi diri , dgn membawa jas hujan. Kelengkapan jas hujan dapat dipakai sebelum turun hujan, saya kira dapat diprediksi cuacanya. Dan apabila jas hujan belum dipakai dan ditengah jalan turun  hujan, sebaiknya  mengambil pada lokasi/ tempat yang tidak mengganggu situasi kelancaran lalu lintas. Jangan sampai mengambil atau berteduh dibawah jembatan atau dibawah Fly over karena akan mengganggu keamanan,kelancaran dan keselamatan lalu lintas”, tulis Budiyanto.

“Didalam Undang- Undang ttg lalu lintas &, angkutan Jalan sudah diatur bahwa setiap pengguna Jalan harus berlaku tertib dan mencegah hal- hal yg dapat mengganggu keamanan, keselamatan dan kelancaran lalu lintas dan memperhatikan tata cara gerakan lalu lintas,cara berhenti dan parkir. Dan apabila betul – betul lupa  tidak membawa jas hujan, sebaiknya berhenti pada lokasi, tempat yang tidak mengganggu keamanan dan kelancaran lalu lintas sampai hujan selesai atau solusi lain dapat menggunakan angkutan umum”, tutupnya..(ulis)

 2,634 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *