Kemelud TambangTanjung Labu Toboali /Ketua BPD Ngaku Diserang Penambang

  • Share

PANGKALPINANG, deteksionline.com – Ketegangan masyarakat desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan antara kelompok masyarakat pro penambang milik mitra PT. Timah yaitu Cv.SR Bintang Babel dan kelompok masyarakat kontra penambang mulai terjadi, sejak sore hingga malam hari pada Sabtu (1/2/2020).

Perselisihan antara kedua kubu ini dikabarkan terjadi karena hasil kesepakatan rapat pada tanggal 22 Januari 2020 dan hasil rapat dengar pendapat antara Komisi III DPRD Kepulauan Bangka Belitung dan PT.Timah agar aktivitas tambang di hentikan sementara tidak digubris oleh kelompok pro penambang.

Ketua BPD desa Tanjung Labu, Reno kepada media ini Sabtu Malam, 1 Februari 2020 mengatakan, dirinya bersama Kepala Desa dan anggota BPD lainnya bermaksud menyampaikan aspirasi masyarakat yang menolak tambang karena hasil pertemuan di DPRD Bangka Belitung tambang itu dihentikan sementara.

Namun pihak pro tambang ini masih tetap bekerja.
Ketika mendatangi Camp penambang, kata Reno, belum sempat ia turun dari motor, namun sejumlah warga pro tambang diduga berusaha menyerangnya dengan menggunakan senjata tajam jenis parang.

Kronologinya kata Reno, warga berinisial Kl hendak memukul, namun dilerai oleh pak Kades, selain itu warga lain inisial Mi juga menarik leher baju dirinya ditambah dengan warga inisial Gan yang hendak menarik parang yang ada dipinggangnya, akan tetapi ditahan oleh pak Rt yaitu Zainil.

Reno menduga upaya kelompok pro tambang tersebut menyerang dirinya karena ketidaksukaan kelompok pro itu saat dirinya tidak hadir dalam sosialisasi bagi masyarakat yang pro.

“Mungkin saya dianggap pihak kontra tambang. Kehadiran saya ke pos itu sepertinya memang sudah ditunggu. Karena dari banyak yang datang, cuma saya yang diserang. Tapi ada beberapa orang yang menahan,” ujar dia melalui telepon.

Terkait peristiwa tersebut, Reno kemudian melapor tindakan yang membahayan dirinya tersebut ke kepolisian sektor Lepar Pongok.
“Ratusan masyarakat lain juga dengan berjalan kaki dan menggunakan sepeda motor ikut ke Polsek. Saran dari masyarakat minta saya melaporkan hal tersebut. Jadi saya laporkan untuk ditindak lanjuti kasus ini. Masyarakat yang kontra ikut datang ke Polsek tetapi tidak anarkis,” jelas Reno.

Kapolsek Lepar Pongok, Iptu Sirait ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan yang dibuat oleh Ketua BPD desa Tanjung Labu tersebut dan sudah diterima oleh Polsek Lepar Pongok.

“Kita terima laporan supaya semua sesuai keinginan, kalo terbukti kita proses lanjut, kalo tidak ya tidak bisa apa-apa,” terang Sirait melalui telepon.
Menurut Sirait, yang mengetahui dia dipukul atau tidak hanya ketua BPD saja, namun karena ada desakan dari warga sehingga membuat laporan di kepolisian.

Terkait susana desa Tanjung Labu, sampai saat ini kata Sirait masih aman dan kondusif.” Susana kondusif masih santai-santai saja disini,” ujarnya.

Sirait juga mengatakan sejumlah warga kontra penambang mendatangi Polsek Lepar Pongok mengantarkan ketua BPD membuat laporan, namun demikian tidak ada warga yang berani masuk dalam lingkungan Polsek, tetapi mereka di izinkan masuk karena ada Kapolres yang datang untuk untuk memberikan himbauan kamtibmas.

“Pro kontra itukan saudara semua, sekampung, yang pro warga desa Tanjung Labu dan yang kontra juga warga desa Tanjung Labu karena memang sebagian kebetulan masih nelayan. Tapi pada umumnya setelah tidak ke laut mereka nambang juga,” ungkapnya… (Yudhie)

 3,154 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *