Satgas Anti Mafia Bola Diperpanjang, Kapolri Apresiasi

  • Share

JAKARTA,deteksionline.com– Satgas anti Mafia bola yang di pimpin oleh Brigjen Hendro Pandowo (Karo Provos Polri) berhasil mengungkap kasus pengaturan skor dan menyerahkan para tersangka ke pengadilan dalam tugasnya pada jilid l dan ll, dan memastikan persepakbolaan di Indonesia bebas dari suap dan praktek kecurangan dalam pertandingan sepakbola.

Dalam keterangan Persnya Ketua Satgas Anti Mafia Bola Brigjen Hendro Pandowo mengatakan, Kapolri Jenderal Idham Aziz Sebelumnya memperpanjang tugas yang diberikan oleh Hendro sebagai ketua satgas jilid lll dan melaporkan keberhasilannya selama memimpin jilid l dan ll.

“Belum lama ini, tim menghadap Kapolri untuk menyampaikan masa berakhirnya tugas Satgas jilid II, sekaligus melaporkan keberhasilan capain selama tugas 6 bulan terakhir. Jawaban Kapolri sungguh mengejutkan, karena diminta melanjutkan jilid III,” kata Hendro Pandowo kepada Wartawan di Mapolda, Jumat (24/01/2020).

Kemudian Hendro menambahkan, tugasnya sebagai ketua satgas Anti mafia bola pada jilid lll nantinya akan semakin berat ditambah adanya perhelatan piala dunia U 20 pada tahun 2020 ini .

“Tugas-tugas jilid III akan semakin berat bukan hanya Liga 1, 2 dan 3 yang Hanya memantau 13 wilayah pertandingan. Namun juga memantau Piala Dunia U20 tahun 2020, mengingat Indonesia menjadi tuan rumah yang akan bertanding di sekitar 6 stadion di seluruh Indonesia ,” ungkapnya.

Selanjutnya Hendro meminta kepada Tim Satgas Mafia Bola, masyarakat dan Media untuk bersama-sama membantu mengawasi pelaksanaan piala dunia U 20 di Indonesia.

“Kami mengajak masyarakat dan media untuk membantu memantau bersama Tim Satgas Anti Mafia Bola, diharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kasus penyuapan, pengaturan skor maupun tindakan lainnya yang merugikan Indonesia sebagai tuan rumah ,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Hendro, Satgas Anti Mafia Bola Jilid III dilanjutkan guna memastikan persepakbolaan di Indonesia bebas dari suap.

“Sejumlah kasus yang diungkap oleh tim Satgas Anti Mafia Jilid I dan II masih ada yang belum selesai. Sehingga diharapkan kedepan persepakbolaan Indonesia akan semakin membaik serta berjalan tanpa ada pengaturan skor maupun suap , ” imbuhnya.

Diketahui sebelumnya Satgas Anti Mafia Bola jilid l telah menetapkan 16 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengaturan skor, salah satu yang menjadi sorotan adalah penetapan mantan ketua PSSI Joko Driyono sebagai tersangka dalam kasus perusakan barang bukti berkaitan dengan kasus pengaturan skor.

Pengadilan Jakarta Selatan Sebelumnya memvonis Joko Driyono sebagai tersangka dengan ancaman pidananya 1,5 tahun penjara atas perbuatannya melakukan perusakan bukti bukti. Dengan diperpanjangnya tugas satgas jilid lll, Diharapkan Pesepakbolaan di Indonesia terbebas dari mafia pengaturan skor dan suap…( Ulis)

 6,201 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *