by

Kasus Pencemaran Nama Baik PT Venus Inti Perkasa Resmi Masuk Tahap II

Foto //Rudy Sahwani salah satu tersangka

PANGKALPINANG,deteksionline.com-Tim penyidik Dit Krimum Polda Kep.Babel resmi telah melimpahkan tersangka yaitu Darmansyah selaku Ketum Asosiasi Penambang dan Pengolah Pasir Mineral Indoneisa dan Rudy Sahwani selaku Sekjen berikut barang bukti ke Kejaksaan Tinggi Kep.Babel terkait kasus pencemaran nama baik  terhadap perusahaan smelter PT Venus Inti Perkasa, Selasa (21/1/2020).

Kabid Humas Polda Kep.Babel membenarkan sudah menyerahkan tersangka berikut barang bukti kepada Kejaksaan Tinggi Kep.Babel.

“Benar kita sudah cek untuk kasus ini berkas, tersangka dan barang bukti sudah diserahkan oleh penyidik ke jaksa atau tahap II sebagai tindak lanjut P21,”  terang AKBP Maladi.

Diketahui awal permasalahan kasus ini adalah pihak Atomindo mengirim surat kepada Presiden Jokowi tentang Penyampaian Masukan Terkait Regulasi yang Perlu Direvisi karena berdampak mematikan Industri Pertimahan pada tanggal 19 Agustus 2019.

Surat tersebut juga ditembuskan kepada Menko Perekonomian, Menkopolhukam, Menko PMK, Mensesneg, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Ketua DPRD Bangka Belitung Didit Srigusjaya.
Pihak Atomindo melampirkan nama-nama perusahaan smelter, UMKM dan organisasi yang berpotensi terdampak dari sejumlah regulasi yang dibuat terkait pertimahan.

Salah satunya yang dicantumkan adalah di nomor urutan 27 daftar lampiran tertulis PT Venus Inti Perkasa.
Asin baru mengetahui setelah pihaknya mendapatkan teguran dari PT Timah Tbk tanggal 28 Agustus 2019.

Inilah salah satu yang menjadi dasar Asin melaporkan pihak Atomindo. Pasalnya dirinya merasa tidak ada hubungan dengan Atomindo sehingga merasa nama baiknya dicemarkan.
Selanjutnya tanggal 29 Agustus resmi melaporkan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Setelah melalui proses penyidikan akhirnya Darmansyah selaku Ketum Atomindo dan Rudy Sahwani selaku Sekjen Atomindo ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

Kasus ini kemudian dinyatakan lengkap oleh jaksa atau P21. Terkait itu kemudian pihak kepolisian melakukan proses tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa.

Mengingat sudah tahap II maka saat ini wewenang untuk tersangka dan BB ada ditangan jaksa,” kata AKBP Maladi.

Darmansyah ditemui di Dirkrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung mengatakan terkait kasus ini sebagai warga negara yang baik akan mengikuti apapun prosedurnya dan apapun resikonya.

Apalagi ini baru sangkaan untuk pembuktiannya di persidangan pengadilan.

“Akan kita ikuti ini kan baru sangkaan nanti pembuktiannya disidang pengadilan karena kita tidak ada niat mencemarkan nama baik PT Venus Inti Perkasa yang dilaporkan Asin,” kata Darmansyah.

Darmansyah membeberkan bahwa data perusahaan yang mereka lampirkan tersebut adalah data publik.
Dimana beberapa lembaga resmi termasuk data statistik bahwa setelah regulasi tidak ada satupun perusahaan swasta dalam hal ini smelter yang bertransaksi.

Selanjutnya Atomindo membuatlah daftar nama-nama perusahaan yang diduga atau berpotensi akan terdampak.
Sehingga tidak pernah mengatakan PT Venus Inti Perkasa dan lainnya terdampak namun berpotensi terdampak.

“Jadi siapapun bisa mengakses data tersebut dari lembaga yang mencantumkan dan kita tidak pernah menyinggung masalah aktifitas mereka hanya tidak ada transaksi selain itu daftar itu cuma lampiran,” kata Darmansyah.

Terkait hal tersebut menurut Darmansyah pihaknya telah siap dengan konsekuensi jika dinyatakan salah.

Surat kepada presiden Jokowi tersebut bermaksud menyampaikan saran dan masukan tehadap regulasi untuk dipertimbangkan.

Sehingga selaku asosiasi mewakili pihak swasta mohon dipertimbangkan terkait regulasi agar dikaji ulang karena tidak sinkron. Sebab ada beda penafsiran terhadap implementasi dari Permen maupun Kepmen.

“Makanya kita malah bingung karena PT Venus ini kan harusnya bagian dari kita sebagai swasta dan mendukung agar smelter smelter ini bisa berjalan lagi dengan adanya seperti ini kita malah bertanya tanya ada apa,” katanya..(her/sumber bangka pos)

638 total views, 1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed